Kaleidoskop Palestina – Agustus 2017

AGUSTUS 2017
 

1000 Hari Lebih Pengungsi Palestina Hidup Tanpa Air di Dar’a dan Kamp Yarmuk

aspacpalestine.com – Suriah. Penduduk Kamp pengungsi Yarmuk dan Dar’a terus menderita pemutusan pasokan air ke rumah-rumah mereka. Kondisi tersebut memaksa mereka menggunakan sumur artesis dalam waktu yang lama, dengan tujuan digunakan untuk air minum dan keperluan lainnya. Air sumur artesis merupakan satu-satunya sarana yang tersedia untuk warga kamp pengungsian di Dar’a dan Kamp Yarmuk.

Ahli dari Kelompok Kerja untuk Pengungsi Palestina di Suriah menegaskan bawah sebagian sumur yang diandalkan oleh para warga telah menyebabkan penyakit ginjal, khususnya digunakan terus menerus dalam waktu yang lama. Para ahli menjelaskan bahwa sebagian air sumur yang digunakan telah berisi endapan dengan kadar yang tinggi. Hal ini tidak dapat ditangani oleh jenis pengobatan kesehatan apapun.

Kelompok Kerja menyebut bahwa pemerintah Suriah menghentikan pasokan air minum dari kamp pengungsi Yarmuk untuk pengungsi Palestina sejak 1225 tahun yang lalu. Sementara itu, penghentikan pasokan air juga dilakukan di kamp pengungsi Dar’a sejak 1074 hari yang lalu.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6555-1000-hari-lebih-pengungsi-palestina-hidup-tanpa-air-di-dar-a-dan-kamp-yarmuk

 

——-

Pasukan Israel Halangi Peliputan Aksi di Masjid Al-Aqsha

aspacpalestine.com – Palestina. Israel terus menargetkan jurnalis Palestina dan media yang meliput demonstrasi massal di sekitar masjid Al-Aqsha pekan lalu, ujar organisasi media lokal.

Serangan malam lalu ditargetkan ke perusahaan produksi media, di Ramallah, Tepi Barat. Sementara sejumlah wartawan diserang saat meliput demonstrasi di Al-Quds Timur terjajah, pekan lalu.

Dalam sebuah serangan Sabtu dini hari (29/7/2017), menyerbu kantor pusat PalMedia (sebuah perusahaan produksi media yang memberikan layanan siaran ke beberapa media). Pasukan Israel menggeledah kantor PalMedia dan menghancurkan peralatan atas dengan dalih media tersebut “melakukan penghasutan”.

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Jumat (25/7/2017), Para reporter menuduh pasukan Israel menggunakan intimidasi, penghalangan akses meliput, kekerasan dan penangkapan. Tindakan-tindakan tersebut dilakukan untuk membatasi atau mencegah peliputan demonstrasi dan bentrokan yang dipicu oleh sosialisasi penambahan langkah keamanan di sekitar Masjid Al-Aqsha, di Kota Tua, Al-Quds.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6435-pasukan-israel-halangi-peliputan-aksi-di-masjid-al-aqsha

 

——-

Media Australia Hapus Israel dari Peta

aspacpalestine.com – Australia. Layanan berita nasional Australia mempertahankan keputusannya untuk menyiarkan sebuah grapik terkait timur tengah. Grapik tersebut menggambarkan sebuah peta timur tengah yang tidak mencakup Israel, melainkan negara Palestina.

Peta yang termuat dalam edisi 17 Agustus di ABC News, menggambarkan sebuah kisah terkait bagaimana hukum di 11 negara mayoritas muslim dan wilayah Palestina memperlakukan korban pemerkosaan.

“Kisah tersebut tentang pencabutan sebuah hukum di Libanon yang memungkinkan pemerkosa terbebas dari hukuman jika mereka menikahi korban mereka”, ujar eksekutif senior Korporasi Penyiaran Australia kepada JTA. Peta tersebut menggambarkan negara lain dimana hukum ini telah dicabut (bewarna biru) dan negara dimana juru kampanyenya masih berusaha secara aktif untuk mencabut hukum tersebut (berwarna kuning).

Grapik tersebut menjadi berita setelah aktivis pro-Israel dan anti Islami, Avi Yemini memposting informasi tersebut di Facebook miliknya.

“Kemarin Malam, ABC News menghapus Israel dari peta mereka”, tulis Yemini. “Kami harus segera menyingkirkan mereka”, tambahnya.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6549-media-australia-hapus-israel-dari-peta

 

——-

Setelah Masjidil Aqsha Dibuka, 870 Pemukim Yahudi Kembali Nistai Al-Aqsha

aspacpalestine.com – Al-Quds. Sumber situs Palestina memberitakan, lebih dari 870 pemukim ilegal Yahudi menyerbu masuk ke dalam areal masjidil Aqsha. Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa pagi kemarin, dengan mendapatkan pengawalan ketat kepolisian Israel. Seperti dilansir situs Alresalah.ps, Selasa (1/8/2017)

Para saksi mata yang berada di masjidil Aqsha mengatakan, disamping menjaga para pemukim Yahudi, aparat Israel juga membawakan kitab suci mereka, kemudian dibaca secara bersama-sama dengan suara lantang di dalam masjid.

Disamping itu, sebagai dari gerombolan pemukim Yahudi nampak berjalan liar di areal komplek masjid, mereka berusaha merusak atau mencuri tanah dan batu yang ada di dalamnya. Pada saat bersamaan, helikopter tempur Israel terbang rendah di atas masjid, dan melakukan pengawasan.

Sebelumnya telah diberitakan, organisasi “Haekal” Yahudi mengeluarkan seruan kepada orang-orang Israel agar bersama-sama mendatangi masjidil Aqsha, tujuannya untuk menggelar peringatan runtuhnya “Kuil Sulaiman”. Upaya ini ditentang oleh warga Al-Quds, sehingga mereka melakukan pergerakan massa untuk menghalau rencana organisasi Yahudi ini.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6434-setelah-masjidil-aqsha-dibuka-870-pemukim-yahudi-kembali-nistai-al-aqsha

 

——-

Bannon Desak Trump Pindahkan Kedutaan AS dan Batalkan Pertemuan dengan Abbas

 aspacpalestine.com – Washington.Setelah beberapa hari pemecatan dari gedung putih, pemberitaan-pemberitaan di media-media informasi Amerika melansir adanya tanda-tanda permusuhan antara penasihat Presiden Amerika Donald Trump, Steve Bannon dengan Jared Kushner.

Situs Times of Israel melansir bahwa selama 6 bulan Bannon menjadi penasehat utama bidang strategi di Gedung Putih, perselisihan yang paling terlihat antara Bannon dan Kushner di beberapa permasalahan yang menyangkut kebijakan Gedung Putih, termasuk konflik Israel-Palestina.

Menurut berita yang dilansir majalah “Variety” Senin. Trump menenkan Trump untuk menepati janji janji kampanye memindahkan kedutaan Amerika dari Tel Aviv ke Al-Quds. Bannon mendesak kepada Trump untuk membuat sikap tegas terhadap presiden otoritas Palestina, Mahmud Abbas. Langkah tersebut ditentang oleh Kushner.

Dilansir dari pemberitaan Amerika, situs tersebut menunjukkan bahwa ketika pertemuan Abbas dengan Trump di Gedung Putih pada bulan Mei lalu, Bannon batalkan pertemuan sebagai langkah protes terhadap pertemuan Abbas-Trump.

Trump menyambut kembalinya Bannon ke situs “Breitbart”. Dalam kutipan yang ditulis oleh Trump, mengatakan “Steve Bannon akan menjadi suara baru yang tegas dan cerdas di Breitbart News, bahkan akan lebih baik dari sebelumnya. Disana dibutuhkan untuk mengimbangi berita palsu”.

https://www.aspacpalestine.com/id/item/6565-bannon-desak-trump-pindahkan-kedutaan-as-dan-batalkan-pertemuan-dengan-abbas

 

——-

Kementerian Sudan Serukan Normalisasi dengan Penjajah Israel

aspacpalestine.com – Khartoum. Wakil Perdana Menteri dan Menteri Investasi Sudan, Muhammad Al-Fadhil menimbulkan kontroversi terkait pemerintah Sudan yang menyerukan normalisasi dengan negara penjajah Israel. Pernyataan tersebut muncul setelah pernyataan Menteri Luar Negeri Sudan, Ibrahim Ghandour sebelumnya bahwa tidak ada larangan untuk membuka diskusi terkait normalisasi dengan Tel Aviv.

Di masa sebelumnya, beberapa terlihat adanya kejelasan dan samar-samar terkait hubungan Khartoum dengan Tel Aviv. Israel telah berupaya lebih dari sekali untuk mengungkapkan mendukung langkah-langkah Amerika mencabut sangsi-sangsi ekonomi terhadap Sudan, serta membuka gerbang pembicaraan normalisasi.

Dan setelah penjajah Israel melakukan penutupan masjid Al-Aqsha beberapa waktu lalu, tidak seperti biasanya, Menteri Luar Negeri Sudan mengeluarkan penjelasan tidak hadir dalam pernyataan keras terhadap Israel dan tidak mendukung orang-orang Palestina. Orang-orang Sudan biasanya selalu memberikan dukungan terhadap orang-orang Palestina dengan mengadakan demonstrasi. Potret dan Pemandangan tersebut benar-benar telah hilang dari jalan-jalan di Sudan.

Dan jika hal ini berlanjut, maka tidak mungkin kita mendengar upaya besar dalam kebijakan luar negeri negara tersebut. Analis Mahir Abu Al-Jukhi mengatakan bahwa ini adalah data-data yang dipersiapkan untuk opini publik agar diterima, jika tidak ada reaksi keras maka dimulai langkah-langkah ke arah ini, terutama ranah politik musuh dan teman”.

 

——-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *