Kaleidoskop Ancaman dan Penistaan Al Aqsha (1987-1996)

Kaleidoskop Ancaman dan Penistaan 1987-1996
 
1987 :
 
9 Desember 1987 : Meletusnya intifadhah pertama. Selain dipicu karena semakin meningkatnya upaya Yahudisasi Al-Quds dan penistaan terhadap Masjid Al-Aqsha, intifadhah pertama meletus disebabkan peristiwa keji yang terjadi sehari sebelumnya, 8 Desember 1987.Seorang Israel dengan sengaja menabrakkan truk tronton yang dikendarainya ke arah dua mobil Palestina dan menyebabkan 4 orang pekerja yang ada di dalamnya tewas. 
 
14 Desember 1987 : Seorang tentara Israel penjaga perbatasan meminum bir dan mabuk-mabukan di pelataran Masjid Al-Aqsha, namun polisi Israel tidak mengusirnya padahal kegiatan tersebut merupakan pelanggaran yang perlu ditindak sekalipun oleh pihak Israel.
 
1988:
15 Januari 1988 : Israel mengerahkan bala tentara dalam jumlah besar di sekitar Masjid Al-Aqsha saat pelaksanaan shalat jum’at. Bala tentara tersebut memukulijama’ah yang sedang shalat, kemudian menembaki mereka dengan peluru dan gas air mata saat berada di dalam Masjid. 
 
20 Januari 1988: Pada pukul 02.30 dini hari sejumlah Yahudi membakar bagian Masjid dan lembaga wakaf lainnya.Jika saja penjaga Masjid tidak segera bangun, maka akan terjadi kerusakan besar di dalam Masjid. 
 
2 Juli 1988 : Kementerian Agama Israel membuat galian dekat pintu ghawanimah.
 
1989
 
23 April : Gershon Salomon pemimpin kelompok pengaman gunung kuil dan dua anggota parlemen Israel (Knesset) bersama 100 orang yahudi ekstrem masuk ke pelataran Masjid Al-Aqsha. Merekamengibarkan bendera Israel, dengan penjagaan polisi Israel.
 
9 Agustus : Polisi Israel mengizinkan pelaksanaan ibadah bagi para agamis Yahudi di pintu-pintu Masjid Al-Aqsha, dan ini kali pertama keluar izin secara resmi. 
 
17 Oktober : Sekolompok anggota pengaman kuil melakukan peletakan batu pondasi untuk pembangunan kuil ketiga dekat salah satu pintu Masjid Al-Aqsha
 
1990
 
19 Agustus : Pemerintah Israel menguasai sekolah at-tankaziyah sebagai bagian dan menyatu dengan Masjid Al-Aqsha, yang terletak terletak di salah satu lorong barat Masjid Al-Aqsha. Pemerintah Israel menyita sekolah tersebut berdasarkan keputusan resmi mereka. 
 
8 Oktober : Tentara Israel melakukan pembunuhan masal di dalam masjid Al-Aqsha yang menyebabkan 22 orang syahid  dan lebih dari 200 orang luka-luka.
 
8 Desember : Polisi Israel mengizinkan masuk ke pelataran Masjid bagi sepuluh Yahudi ekstrem anggota gerakan rasisme khach, mereka melakukan aksi provokatif dan meneriakkan slogan yang memojokkan Arab dan Islam. 
 
1991
25 Januari : Seorang polisi Israel memasuki pelataran Masjid dan buang air kecil di tangga kubah al-mizan di hadapan jama’ah shalat ketika khutbah Jum’at tengah berlangsung.
 
1992
2 April : Sekitar 50 orang Yahudi berkumpul di pintu masuk Masjid Al-Aqsha dan mengangkat slogan ajakan kembali membangun kuil di tempat Masjid Al-Aqsha.
 
3 November : Polisi penjajah Israel memasuki Masjid kubah shakhrah dan menangkap seorang Muslimah yang sedang melaksanakan shalat. Ketika sejumlah Jama’ah shalat berupaya melindungi Muslimah tersebut, polisi Israel memukuli mereka dan menyebabkan beberapa korban luka parah. 
 
1993
12 November : Sekelompok Yahudi ekstrem memasuki pelataran Masjid Al-Aqsha melalui pintu al-magharibah, memamerkan kekuatan, mengganggu jama’ah shalat dan menghina Islam.
 
1994
3 Januari : Sekelompok Yahudi ekstrem menyerbu Masjid Al-Aqsha dan berkeliling di sana dengan meyakini itu sebagai kunjungan terhadap kuil. Kegiatan ini di bawah perlindungan polisi Israel. 
 
3 Februari : Seorang Yahudi ekstrem menyerang Masjid Al-Aqsha dan melakukan ritual di Masjid kubah sakhrah, dan ketikapenjaga Masjid hendak mengusirnya, sejumlah Yahudi lainnya menghunuskan senjata terhadap para penjaga Masjid.
 
1995
25 April : Yahudi ekstrem laki-laki dan perempuan menyerbu Masjid Al-Aqsha sambil membawa taurat, mereka sempat melaksanakan shalat di dalam Masjid sebelum berhasil diusir. Pada hari yang sama seorang yahudi ekstrem dengan membawa senjata menyusup masuk melalui pintu silsilah, penjaga Masjid menjegat dan mengusirnya. 
 
1996
14 juli: Para ekstremis Yahudi menuntut rencana pembagian wilayah Masjid al-Aqsha kepada Benjamin Netanyahu.
 
24 September: Pemerintahan Israel yang dipimpin Benjamin Netanyahu mengumumkan pembukaan Terowongan Buraq, yaitu terowongan perlintasan para wisatawan di bawah pelataran Masjid. Penistaan secara langsung ini akan merusakkan fondasi masjid. Kejahatan ini menyebabkan berkobarnya perlawanan yang disebut dengan intifadah an-nafaq (perlawanan terowongan) yang menyebabkan jatuhnya syuhada mencapai 70 orang di Tepi Barat dan Gaza, serta 1600 orang korban luka.
 
 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *