Jumat Ban: 8 Syuhada dan 1070 Luka-luka di Gaza

Update 06/04/2018 – 19:00

 

* * 8 syuhada diantaranya terdapat seorang anak dan ratusan lainnya luka-luka dalam pembaharuan serangan Penjajah terhadap para demonstran damai di Gaza

* Dinas PBB yang membidangi HAM menyerukan Israel untuk tidak menggunakan kekuatan berlebihan terhadap demonstran Palestina dan “menahan diri”

* * Otoritas Penjajah: “Kami tidak akan membiarkan kerusakan pada infrastruktur keamanan”

* Penjajah umumkan area “Gilav Gaza” sebagai zona militer tertutup

________________________________________

 

Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza mengkonfirmasi pada Jumat malam (06/04), tingginya angka syuhada Pawai Kepulangan di perbatasan Jalur Gaza hingga delapan orang. Pengumuman itu setelah syahidnya seorang pemuda yang ditembak oleh timah panas di Rafah selatan Jalur Gaza, yang merupakan korban terakhir.

Sebelumnya telah diumumkan syahidnya pemuda ke-6, setelah syahidnya seorang pemuda lain di timur Kamp Al-Buraij, dan syahidnya seorang remaja (16 tahun) di timur Jalur Gaza, sementara jumlah yang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina, telah meningkat menjadi lebih dari 1.070 korban, 251 korban tergolong luka yang gawat,, dan 293 korban akibat tembakan timah panas.

Sebagaimnana juga telah diumumkan sebelumnya tentang syahidnya tiga pemuda Palestina, dan ratusan lainnya yang menderita luka-luka dalam serangan yang dilancarkan Penjajah terhadap aktifis aksi damai di perbatasan Jalur Gaza pada Jumat pagi, ditengah-tengah penargetan langsung para demonstran oleh timah-timah panas, dan peringatan tentang situasi gawat darurat.

Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza membenarkan, syahidnya pemuda bernama Osama Khamis Muslim Qadeeh (39 tahun) dari Khuza’a oleh timah panas Penjajah di timur Khan Younis, selatan Jalur Gaza, dan syahidnya pemuda Majdi Ramadhan Shabat di timur Gaza, dan kementerian juga mengkonfirmasi syahidnya pemuda ketiga yang masih belum teridentifikasi namanya.

Pihak Kementerian mengatakan dalam statistik terbaru: “jumlah syuhada mencapai 6 orang dan jumlah korban 1.070 terluka di beberapa rumah sakit dan pusat perawatan tahap awal dan titik-titik medikal, termasuk 551 orang yang masih di rawat beberapa titik pengobatan,  dan 442 korban di rumah sakit kementerian, dan 77 korban di rumah sakit swasta.

Di antara korban luka-luka itu ada 12 wanita dan 48 anak-anak. Ia juga mengungkapkan bahwa 25 korban dalam kondisi kritis, 239 menderita luka sedang dan 156 lainnya menderita luka ringan. Secara keseluruhan jumlah korban yang terkena tembakan timah panas berjumlah 293 orang.

Beberapa orang yang terluka dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Sedangkan Bulan Sabit Merah Palestina memberikan layanan pengobatan langsung di medan bagi puluhan orang yang menjadi korban, di tengah situasi yang diberitakan bahwa para sniper pasukan penjajah Israel menembakkan timah panas kepada para peserta Pawai damai di sepanjang perbatasan. Dan pesawat-pesawat pengintai Israel beterbangan mengawasi pawai di sepanjang garis perbatasan jalur Gaza yang terkepung.

Sumber-sumber Palestina melaporkan bahwa beberapa demonstran berhasil menembus pagar keamanan timur Rafah dan tengah Jalur Gaza, dan mereka melempari kendaraan militer Penjajah dengan batu, sementara Penjajah melontarkan meriam air limbah untuk membubarkan para demonstran, dan dalam upayanya memadamkan api yang mengamuk pasca pembakaran ban-ban mobil di timur Gaza.

Sejak pagi hari Jumat kemaren, ratusan warga Gaza mulai berdatangan dari berbagai kota dan kamp-kamp Jalur Gaza (dari Rafah di selatan hingga ke Beit Hanoun di utara), atas undangan Komite Koordinasi dan Dewan Tinggi Nasional yang mensupervisi aksi dan acara Pawai Kepulangan untuk menjadi berangkat menuju ke kemah-kemah di sepanjang jalur perbatasan di utara dan timur Gaza.

Dan “Jumat Ban” adalah slogan yang diangkat oleh para peserta dalam aksi damai dari rakyat Jalur Gaza di dekat pagar perbatasan yang memisahkan wilayah timur dan utara Jalur Gaza, untuk membakar ribuan ban pada hari Jumat kedua sebagai peringatan tahun ke-42 Hari Bumi dengan Pawai Kepulangan.

Puncak dari berbagai acara kerakyatan telah dimulai dengan berlangsungnya peringatan festifal yang meriah di lima lokasi para syuhada, yang telah jatuh pada Jumat lalu dan dalam beberapa hari terakhir akibat luka-luka yang mereka derita dari tembakan penjajah.

Rakyat Palestina mulai membakar ribuan ban di sepanjang perbatasan dan dekat pagar pemisah dengan pendudukan guna membentuk dinding asap hitam, berharap agar itu dapat  menghalangi pandangan mata para penembak jitu (snipper) dan tentara Penjajah Israel yang sedang  menarget para pemuda yang berpartisipasi dalam pawai damai di perbatasan.

 

Bala Bantuan Militer Penjajah

Sejak fajar, pasukan pendudukan Israel telah meluncurkan bala bantuan militer besar-besaran dengan menambah lebih banyak lagi tank, kendaraan lapis baja dan penembak jitu di sepanjang pagar perbatasan di wilayah timur dan utara Jalur Gaza untuk menyerang aksi pawai damai.

Penyiapan ribuan ban karet telah selesai dan di bawa ke lokasi yang berdekatan dengan pagar perbatasan, untuk dibakar agar menghalangi pandangan para penembak jitu Penjajah Israel yang mengarahkan senjata mereka kepada warga Palestina dengan membabi buta di garis demarkasi, sesuai dengan perintah dari dinas Keamanan Israel, terutama Menteri Keamanan, Avigdor Lieberman.

Juru bicara militer Israel, Jumat pagi mengatakan: “Kami tidak akan membiarkan terjadinya kerusakan pada infrastruktur keamanan, dan kami akan bertindak melawan para perusuh yang ganas,”

Sementara media Israel mengkonfirmasi kedatangan asap tebal yang naik dari ban yang dibakar ke kota-kota Israel di sekitar Jalur Gaza dan daerah yang disebut “Gilav Gaza”.

Pasukan Penjajah Israel berusaha mengambil posisi di dekat pagar keamanan di timur Jalur Gaza timur, sementara kekuatan perlawan membubungkan asap dari ban-ban yang dibakar oleh para pemuda pemuda Palestina selama aksi Pawai Kepulangan dan Pemecah Kepungan.

 

Kendaraan Pertahanan Sipil Israel berusaha menyemprotkan sejumlah besar air ke arah pihak Palestina dimana ban-ban terbakar menyala.

Sementara itu militer Israel menggunakan kipas angin besar, untuk mengendalikan asap ban bakar yang membubung di timur kota Khan Younis di selatan Jalur Gaza.

 

Masyarakat Internasional Serukan Israel untuk “Menahan Diri”

Dinas HAM PBB Perserikatan Bangsa-Bangsa menyerukan Israel, untuk tidak menggunakan kekuatan yang berlebihan terhadap para demonstran Palestina. Sekjen PBB Antonio Guterich pada Kamis malam (05/04) telah mendesak Israel untuk melakukan “kewaspadaan yang tinggi ” terhadap penggunaan kekuatan untuk menghindari jatuhnya korban. Sementara Uni Eropa menyerukan kepada militer Penjajah untuk “menahan diri”.

Juru bicara PBB Elisabeth Throsel mengatakan dalam sebuah pernyataan pers bahwa selayaknya senjata api tidaklah dipergunakan kecuali hanya sebagai  alternatif terakhir dan bahwa penggunaan senjata secara tidak dibenarkan  dapat mengakibatkan tingkat pembunuhan warga sipil secara disengaja dan pelanggaran kesepakatan Jenewa yang ke-4.

Selama pekan pertama Pawai, warga Jalur Gaza telah mempersembahkan 20 syuhada melalui tembakan senjata Penjajah sejak oleh pendudukan Israel sejak Jumat lalu, sementara sedikitnya 1.500 lainnya menderita luka-luka. Sementara ratusan dari mereka masih dirawat di rumah sakit Gaza, termasuk 46 korban dalam kondisi luka-luka yang sangat kritis, berdasarkan informasi dari rumah-rumah sakit di Gaza.

Pawai damai ini masih berlanjut berturut-turut di Jumat ke-2 di daerah-daerah perbatasan, dengan diikuti oleh kerumunan peserta berbagai acara kerakyatan, dalam kerangka acara menghidupkan Hari Bumi.

Tenda-tenda kepulangan terletak di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, yang berjarak 700 meter dari pagar keamanan antara Jalur Gaza dan Israel. Diperkirakan aksi Pawai Kepulangan akan mencapai puncaknya pada 15 Mei, bertepatan dengan peringatan Nakba ke-70  rakyat Palestina dan proses pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem yang terjajah. (i7)

 

Sumber: www.arab48.com

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *