Juara-1 Hafidz Internasional Palestina Tolak Ucapan Selamat dari Penjajah

Nablus – Seperti biasanya dalam kapasitas dan tanggung jawabnya sebagai Koordinator Aktivitas Pemerintahan ‘Israel’ dalam Wilayah (COGAT) Jendral Kamil Abu Rokon, sengaja mempublikasikan ucapan selamat melalui halaman “Al-Munassik” kepada  pemuda Palestina, Musa Midfa’, pemenang juara pertama lomba hafalan Al-Quran internasional yang berlangsung di Kroasia baru-baru ini.

Tapi yang tidak disangka oleh koordinator itu adalah jawaban spontan bagai ‘midfa’ atau kanon, yang keluar langsung dari orang yang diberikan ucapan selamat, menolak atas ucapan selamat itu, dan malah menyingkap aib yang memalukan sang koordinator.

Menanggapi ucapan selamat dari  Koordinator tersebut, Midfa’ mengatakan “Alhamdulillah, saya telah telah memenangkan hadiah Al-Quran. Tidaklah saya merasa terhormat dengan ucapan selamat dari orang semacam anda. Di kala membaca Al-Quran, saya telah mengetahui dari Tuhanku bahwa tidak ada orang yang yang paling banyak memerangi Al-Quran pada zaman ini melebihi kalian. Cukup bagi saya pernah dijebloskan ke dalam penjara dengan tanpa dalih selain bahwa karena saya ikut serta dalam haflah Al-Quran-ul-Karim.”

Midfa sebelumnya pernah ditahan pada tahun 2017 dengan dalih keikutsertaannya di dalam acara haflah untuk memuliakan penghafal Alquran-ul-Karim. Meski kemudian dibebaskan pasca 70 hari, namun berkas kasus keamanannya masih terbuka di pengadilan Penjajah Zionis hingga saat ini.

Midfa tidak takut akan kemungkinan situasi yang akan mempersulit dirinya saat pulangnya dari perjalanan jauh tersebut, dikarenakan tanggapannya yang keras terhadap sang koordinator, dimana dia dikutip berkomentar kepada PIP (Pusat Informasi Palestina) bahwa “apa yang perlu saya takutkan? Tidak akan pernah sesuatu terjadi pada diri ini kecuali apa yang Allah tetapkan bagiku.”


Ucapan Selamat dan Kekaguman

Jawaban Midfa’ atas sambutan koordinator tersebut telah mendapatkan sambutan luas dari sebagian besar komentator, dan mereka mengistilahkan jawabannya bagai kanon, dan keberanian yang sangat besar dalam mengutarakan kebenaran, sambil menyebutnya bahwa ini merupakan akhlak Al-Qur’an

Nu’man Shawafita berkomentar: “Dia tidak mengambil kesempatan ucapan selamat tersebut untuk mendapatkan perizinan atau yang serupa itu…….. Orang semacamnya merupakan kebanggaan bagi kami dan bagi Umat Islam.”

Halaman “Mush Hek” memuat foto pemuda bernama Midfa’ tersebut dengan catatan: “Penjajah ingin mencampurkan racun ke dalam madu, maka reaksinya bagaikan kanon.”

Sebagaimana seorang “murabithah” (wanita yang mengikatkan diri di Masjid untuk beribadah) Yerusalem bernama Khadija Khowais  memuji keberanian Midfa’, dalam komentarnya: “Semoga Allah menjagamu wahai Musa, memberkahimu dan mengokohkanmu dalam menjaga Kitab-Nya dan mengamalkannya.”

Dia menambahkan: “Dalam edisi kali ini, koordinator telah mengucapkan selamat atas kemenangan hafiz Musa Midfa’, akan tetapi Musa menatapnya dengan penuh ketelitian untuk memberikan ketegasan kepadanya bahwa dirinya adalah seorang musuh yang menjajah, dan bahwa Yahudi adalah musuh yang paling besar bagi kami dan Kitab kami. Musa menegaskan kepada kita bahwa pelajaran dalam mengamalkannya adalah sebelum menghafalnya, dan bahwa Al-Quran diturunkan untuk kita amalkan dan terapkan sebelum kita membacanya dan mentilawahnya.”

Dia menambahkan: “apakah gunanya engkau menjadi seorang hafidz yang tercetak atau munafik, atau orang-orang yang sekedar membolak-balikkan leher ayat-ayat. Dan alangkah banyak orang yang seperti itu.”!!!

Racun di dalam Kuah Lezat

Ini bukan kali pertama Abu Rokon, Jendral Druz ini dan pendahulu Yahudinya Yoav Mordechai menyampaikan ucapan selamat kepada tokoh-tokoh Palestina yang menonjol melalui halaman “Al-Munassik” dalam upaya mereka memberikan kesan palsu kepada  para pemirsanya dengan melakukan semacam koeksistensi antara penjajah dengan rakyat Palestina.

Dan banyak pengamat memperingatkan bahaya terjatuh ke dalam perangkap media ini  yang berupaya memanfaatkan kebutuhan sebagian pemuda untuk mendapatkan izin kerja, atau menghapus larangan keamanan dari bepergian untuk tujuan berobat atau belajar.

Murabith wanita, Khowais menegaskan bahwa koran Al-Munassik memiliki tujuan untuk mengkonsolidasikan normalisasi antara masyarakat Palestina dengan entitas penjajah Zionis.

Telah jelas bahwa penjajah Zionis berupaya melalui media ini mempercantik wajahnya yang buruk, dengan berbagai metode, sebagaimana halnya mencampurkan racun ke dalam kuah lezat, sambil berpura-pura lupa bahwa dirinya adalah entitas penjajah yang penuh kebencian. Dia akan senantiasa demikian sampai meninggalkan tanah kami, dan pergi karena dialah yang telah menjajah, membunuh, memenjarakan, membom, mengusir, mengepung, dan  memisahkan, dan melarang kami menuju Al-Aqsha dan memerangi Allah dan KItab-Nya (i7).

——————————————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 02/10/2018, jam: 10:20:40 pagi.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *