Jajak Pendapat: 58% Mahasiswa Berpikir Tinggalkan Israel

aspacpalestine.com – Palestina. Tahun ajaran baru di perguruan tinggi dan universitas di Israel akan dibuka pekan depan. Jajak pendapat baru menyatakan bahwa sejumlah mahasiswa memikirkan untuk bermigrasi dan pergi meninggalkan Israel. Hal tersebut didasari dengan kesulitan keuangan dan mencari alternatif yang lebih baik.

Tercatat 58% mahasiswa yang disurvei oleh situs internet “Gul” menyatakan bahwa mereka memikirkan untuk pindah ke Eropa, dengan kondisi lapangan kerja yang tersedia dan menarik. 24% dari 58% mahasiswa menegaskan akan pindah dari Israel dan 34% dari 58% akan melihat kemungkinan untuk migrasi.

Di sisi lain, 42% mahasiswa mengatakan bahwa tidak akan migrasi ke Israel untuk mencari kondisi yang lebih baik. Sementara itu, 18% menegaskan tidak akan memikirkan migrasi dan 24% tidak akan membahas soal migrasi.

Jajak pendapat dilakukan oleh situs Gul, sebuah situs menyediakan pelajaran dalam bentuk video yang direkam untuk persiapan ujian-ujian akhir tahun. Survei tersebut dilakukan dalam sebuah sampel yang mewakili 300 mahasiswa melalui “Ravi Smith” Research Institute pada malam pembukaan tahun ajaran baru.

Data-data dan temuan-temuan yang dilansir oleh koran “Ma’arif” pada hari Ahad (15/10/2017) juga menunjukkan adanya hubungan langsung dengan para mahasiswa dan keinginannya untuk meninggalkan Israel. Hal tersebut dilakukan dalam membuka kesempatan untuk memperbaiki peluangnya dalam membeli apartemen atau menyewa satu dengan persyaratan lebih baik dari yang ditawarkan oleh Israel.

Menurut data tersebut, 20% mahasiswa yang berumur dari 20-24 tahun menganggap bahwa migrasi ini adalah suatu hal yang positif. Data ini berbanding terbalik dengan 24% mahasiswa yang berumur antara 25-29 tahun dan 31% mahasiswa yang berumur 30 tahun ke atas.

68% mahasiswa sekuler akan meninggalkan Israel, berbanding degan 45% mahasiswa agamis. Data jajak pendapat itu juga menunujkkan bahwa 62% mahasiswa tingkat 2 akan mempertimbangkan meninggalkan Israel, dengan tujuan mendapatkan kesempatan yang lebih baik untuk membeli apartemen. Data ini berbanding dengan terbalik dengan 56% mahasiswa tingkat pertama. Data lain yang ditampilkan bahwa 47% mahasiswa yang menikah akan setuju untuk berpindah ke negara lain. Data ini berbanding dengan 62% mahasiswa yang masih belum menikah.

 

Sumber: arab48.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *