Jadi anggota tidak tetap DK PBB, Indonesia prioritaskan Palestina

Indonesia terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2019-2020 dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Jumat.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan isu Palestina akan menjadi perhatian utama Indonesia saat menjadi anggota tidak tetap DK PBB.

“Indonesia juga akan mengajak anggota tidak tetap lainnya untuk mendorong agar DK PBB bekerja efektif dan akuntabel untuk menjaga perdamaian global,” ujar Menteri Retno dalam konferensi pers usai keputusan sidang Majelis umum PBB di New York, Jumat.

Menteri Retno mengatakan Indonesia juga akan terus bertekad melanjutkan kontribusi di bidang perdamaian.

Salah satu upayanya adalah meneruskan operasi penjaga perdamaian di sejumlah negara.

“Indonesia juga akan memperkuat sinergi kawasan dengan DK PBB untuk menjaga perdamaian,” kata Menteri Retno.

Indonesia, kata Menteri Retno, juga akan berupaya untuk memerangi kejahatan transnasional yang terorganisir, seperti terorisme, radikalisme, dan ekstremisme.

“Indonesia akan mendorong global comperhensive approach untuk memerangi ekstremisme,” ujar Menteri Retno.

Indonesia resmi terpilih jadi anggota tidak tetap DK PBB. Kepastian ini didapatkan setelah Indonesia meraih 144 suara dalam pemungutan suara pada Sidang Umum Majelis PBB di New York, Jumat.

Angka tersebut sudah memenuhi syarat untuk menjadi anggota tidak tetap, yakni minimal meraih 2/3 suara dari negara-negara anggota PBB.

Jumlah negara anggota PBB yang hadir saat sesi voting ini sebanyak 190.

Dengan hasil ini, Indonesia akan resmi mengisi kursi mulai 1 Januari 2019.

Indonesia pernah tiga kali menjadi anggota tidak tetap DK PBB, yakni pada periode 1973-1974, 1995-1996, dan 2007-2008.

sumber:

https://www.aa.com.tr/id

penulis: pizaro gozali

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *