Israel Tembaki Satu per Satu Pemuda Palestina

Sedikitnya tujuh pemuda Palestina yang tidak bersenjata ditembak di kepala oleh tentara Israel di awal tahun ini. Korban tewas tersebut termasuk pemudi yang baru berusia 21 tahun.

Korban keenam merupakan pemuda yang baru saja menginjak usia 17 tahun bulan lalu. Sementara kematian ke tujuh dibantah militer Israel. Akibatnya, penggunaan peluru tajam pun menjadi ancaman serius bagi warga Palestina.

Komandan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) di Tepi Barat, Brigadir Jenderal Hagai Mordechai telah memerintahkan semua tentara untuk memenuhi aturan. Penggunaan peluru tajam hanya diperbolehkan dalam keadaan esktrim yang mengancam nyawa. 

“Tidak satu pun yang tewas itu menjadi ancaman sehingga butuh senjata mematikan,” elak juru bicara Organisasi Hak Asasi Manusia Israel, Sarit Michaeli seperti dikutip Guardian, Senin (28/1).

Dalam laporan organisasi tersebut, Israel dicurigai menggunakan senjata untuk mengontrol penduduk di Tepi Barat. “Menembakkan peluru tajam dalam situasi yang tidak mengancam jiwa adalah ilegal,” tulis laporan tersebut.

Korban termuda dalam penembakan yang dilakukan tentara Israel adalah Salah Amarin. Pemuda 15 tahun itu meninggal Rabu pekan lalu, lima hari setelah ditembak di kepala. 

Ia ditembak saat terjadi bentrokan di dekat kamp pengungsi Aida di Betlehem. Menurut IDF, pemuda itu meluncurkan batu dari ketapel. (republika.co.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *