Israel Tahan Mahasiswi Amerika Berdarah Palestina

Oleh: Lulu Basmah

Kepolisian Israel dilaporkan menahan mahasiswi Amerika Serikat berdarah Palestina, Lara Qasim, di Bandara Internasional Ben Gurion sejak Selasa lalu (2/10).

Lara dilaporkan mendapatkan visa dari Konsulat Israel di Miami untuk melanjutkan studi pasca sarjana di Universitas Ibrani Yerusalem. Ia justru ditahan segera setelah turun dari pesawat.

Lara kemudian dilarang masuk ke Israel karena dituding mendukung organisasi anti-Israel.
Anggota Aliansi Arab di Parlemen Israel, Dr. Yusuf Jabbarin, telah mengajukan izin kepada Menteri Dalam Negeri Israel untuk bertemu dengan Lara Qasim.

Lara juga telah mengajukan banding ke pengadilan melalui pengacaranya namun kepolisian Israel tetap enggan membebaskannya.

Jabbarin yang mengikuti perkembangan situasi mengatakan bahwa penahanan terhadap Lara Qasim adalah pelanggaran.

Hal ini karena Lara telah mendapatkan visa dari Konsulat Israel di Miami untuk melanjutkan studinya di Yerusalem.

“Larangan terhadap aktivis pro-Palestina untuk memasuki Israel dimotori oleh pemerintah ekstrimis sayap kanan, karena itu kami meminta agar Lara segera dibebaskan agar dapat mengikuti kegiatan belajarnya.’’

Universitas Ibrani Yerusalem juga menentang penahanan terhadap Lara Qasim serta mendukung banding tersebut. (LB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *