Israel Siksa Aktivis Kapal Freedom Flotilla

Para aktivis yang ikut di dalam Kapal Freedom Flotilla mengalami penyiksaan Jumat (03/08) kemaren, dimana salah seorang diantaranya dirampok barang-barangnya setelah Otoritas “Israel” memenjarakan mereka, seperti yang dinyatakan oleh para aktivis Swedia.

Kantor Berita Anadolu mengutip Divana Levrini, seorang aktivis Swedia, yang mengatakan bahwa kapal-kapal “Israel” mencegat “Kapal Kepulangan” saat berada di di perairan internasional.

Levrini menjelaskan hal tersebut saat kepulangannya bersama aktivis setanah airnya Chalie Anderson, di bandara Arlanda, ibukota Swedia Stockholm, setelah dibebaskan dari penjara Penjajah Zionis. Dia menjelaskan bahwa meskipun berkali-kali mereka jelaskan bahwa posisi kapal yang berada di perairan internasional, tentara-tentara Zionis tetap saja menaiki kapal Freedom Flotilla dan melakukan aksi kekerasan kepada para aktivis yang mengancam nyawa mereka.

salah seorang aktivis yang mengalami aksi pemukulan (Anadolu)

Levrini mengatakan bahwa tentara-tentara Zionis itu memukuli kepala, punggung, leher, lengan dan kedua kaki Anderson, dan aktivis lainnya mengalami luka dengan pendarahan di lehernya, dan mereka melemparkan para aktivis dari tingkat atas ke dek bawah kapal.”

Dia mengatakan bahwa dirinya sendiri menderita pemukulan di kepalanya, saat tentara-tentara Zionis itu mencoba merebut kendali kapal, dan mengancam nahkoda kapal untuk membunuhnya.

Dia jelaskan “Kami menghadapi kemungkinan menemui ajal di sana…dimana kami mengalami penyiksaan di sel penjara selama empat hari…mereka tidak mengizinkan kami tidur di sel. Para penjaga sel berkali-kali datang dan memaksa kami untuk bangun.”

Levrini mengatakan bahwa dia mengalami penyiksaann psikologis. Mereka tidak mengizinkannya mengkonsumsi obat-obatannya, dan kondisi psikologisnya sangat guncang saat ini. Anderson mengatakan bahwa tentara-tentara Zionis telah merampok barang-barang pribadi miliknya, termasuk kartu kredit, telepon, dan barang-barang lainnya.”

Dia mengatakan bahwa para aktivis yang ada di kapal tersebut mereka juga mengalami penyiksaan, meski tidak setingkat penyiksaan yang dialami orang rakyat Palestina. Dia menjelaskan bahwa dirinya ditikam dengan pistol listrik pada anggota badannya.

Jalur Gaza sedang mengalami kondisi yang terus memburuk di semua lini kehidupan. Lebih dari 2 juta orang mengalami penderitaan hidup, kesehatan yang sangat buruk akibat blokade “Israel” yang berlangsung sejak 2006, menyusul kemenangan Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) dalam pemilu parlemen (i7).

——————-

Sumber: www.arab48.com, terbit: 03/08/2018 – 23:56.

, , ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *