Israel Serang Tepi Barat Dan Tahan 16 Orang Palestina Di Al-Quds Timur

aspacpalestine.com – Bait Lahm. Pasukan Israel menahan 16 orang Palestina dalam penyerangan terhadap seluruh wilayah Palestina terjajah, Senin Dini hari (24/7/2017). Berita tersebut menurut sumber Palestina dan Israel.

Dalam pernyataanya, Palestinian Prisioner’s Society (PPS) mengatakan bahwa pasukan Israel menyerang lingkungan Al-Tur, Al-Quds Timur. Dalam penyerangan itu, pasukan Israel menahan Hasan dan Ismail Al-Ghannam. Keduanya merupakan ayah dan sepupu dari Muhammad Abu Ghannam, seseorang yang terbunuh oleh pasukan Israel selama bentrokan pada hari Jumat (21/7/2017).

Lima orang Palestina yang tidak dikenal, ditahan di daerah bagian selatan Bait Lahm, Tepi Barat terjajah. PPS mengatakan kelima orang yang ditahan tersebut dilaporkan berasal dari Al-Khader, Tuqu, Husan, dan kamp pengungsi Duhesiah.

Menurut juru bicara Militer Israel, satu orang ditahan di Husan, dua di Al-Duheisha, dan satu di Al-Khader.

Badan berita resmi Palestina, wafa mengatakan bahwa penahanan menyusul bentrokan di Al-Khader. Bentrokan terjadi antara tentara Israel dan warga setempat yang melakukan demonstrasi menentang tindakan Israel, di komplek Masjid Al-Aqsha, Al-Quds Timur terjajah.

Pasukan Israel diberitakan telah membombardir kota tersebut dengan tabung gas air mata. Selain itu, Pasukan Israel juga menembakkan peluru berlapis karet ke arah para demonstran untuk membubarkan massa. Petugas medis melaporkan beberapa kasus sesak nafas yang disebabkan oleh gas air mata.

Langkah serupa juga terjadi di bagian selatan Tepi Barat. Pasukan Israel menahan 83 politikus senior dan penulis Muhammad Said Midieh di daerah Khalil, ujar PPS.

Serangan Israel ke kota-kota, desa-desa, dan Kamp-kamp pengungsian Palestina terjadi setiap hari di Tepi Barat dan Al-Quds Timur, dengan rata-rata 95 serangan razia dan penahanan yang telah dilakukan selama 2016, menurut catatan dokumentasi PBB. Menurut grup Hak Asasi Manusia, Addameer bahwa terdapat 6.200 orang Palestina mendekam di penjara Israel pada bulan Mei, termasuk 300 anak-anak di bawah umur.

 

Sumber: maannews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *