Israel, Qatar Adakan Pertemuan Rahasia untuk Bahas Gaza

 

Dubes Qatar untuk Palestina Muhammad El-Amadi

Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman baru-baru ini mengadakan pertemuan rahasia dengan utusan diplomatik Qatar untuk Gaza guna membahas situasi yang sedang berlangsung di daerah kantung yang terkepung itu, demikian seperti dilansir oleh Times of Israel.

Pertemuan tersebut dilaporkan terjadi dua bulan lalu, pada 22 Juni, di pulau Siprus. Lieberman dikatakan telah bertemu dengan Mohamed Al-Emadi, utusan diplomatik Qatar, di bandara Larnaca saat menghadiri pertemuan puncak dengan para menteri pertahanan Siprus dan Yunani yang sedang berlangsung di pulau itu.

Dua pejabat tersebut dilaporkan melakukan tinjauan atas krisis kemanusiaan di Jalur Gaza yang terkepung. Pertemuan itu juga membahas pemulangan dua orang tentara yang tewas dalam “Operation Protective Edge ” “Israel” tahun 2014 dan dua warga sipil “Israel” yang hilang di Gaza, yang diperkirakan akan menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata mendatang. Qatar juga menjanjikan $ 350 juta untuk proyek-proyek kemanusiaan di Gaza sebagai bagian dari kesepakatan.

The Times of Israel berspekulasi bahwa pertemuan itu mungkin telah dirahasiakan “karena Israel secara terbuka menolak mediasi Qatar antara dirinya dengan Hamas, dan lebih memilih jalur (mediasi) Mesir.” Sebuah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Mesir telah berjalan dengan semangat dalam beberapa bulan terakhir, dimana Perdana Israel Menteri Benjamin Netanyahu mengunjungi Kairo pada bulan Mei untuk membahas perjanjian yang diusulkan. Sejumlah faksi Palestina yang juga telah mengunjungi ibukota Mesir untuk berpartisipasi dalam beberapa diskusi.

Meskipun secara terbuka pilihan “Israel”  jatuh kepada kesepakatan yang dimediasi oleh Mesir, i24 news menambahkan bahwa “Israel” “telah berusaha untuk mempertahankan keterlibatan Qatar melihat antusiasmenya untuk menggelontorkan dana ke dalam proyek-proyek kemanusiaan di Jalur Gaza.” i24 menambahkan bahwa “Qatar adalah salah satu donor terbesar bagi Jalur Gaza dan telah membiayai sebagian besar pembangunan kembali infrastruktur” yang rusak dalam serangan Israel tahun 2014 di daerah kantong itu.

Pada Juli, Komite Qatar untuk Pembangunan Kembali Gaza mengumumkan bahwa beberapa lowongan pekerjaan tersedia bagi para guru Palestina dari Gaza untuk bekerja di negara Teluk. Al-Emadi mengatakan inisiatif ini harus dilihat sebagai “bagian dari upaya Qatar yang diberikan untuk membantu rakyat Palestina di semua tingkatannya di Gaza di bawah kondisi meningkatnya secara tajam angka pengangguran.” Pada bulan Mei, Qatar menjanjikan 50 juta riyal Qatar ($ 13,7 juta) ke Jalur Gaza dalam upaya untuk mengimbangi defisit yang disebabkan oleh kurangnya dana pembayaran gaji oleh Otoritas Palestina kepada penduduk di Gaza.

Al-Emadi juga telah mengkritik peran AS dalam setiap perkembangan masa depan wilayah Palestina yang diduduki. Dia mengatakan kepada Al Jazeera pada bulan Juli bahwa dia meyakini administrasi Trump “tidak punya sesuatu untuk ditawarkan” kepada Tepi Barat yang terjajah. Al-Emadi menyebutkan kunjungan terakhir ke Doha oleh pejabat senior Gedung Putih Jared Kushner dan Jason Greenblatt, dimana dia berkomentar bahwa “Amerika berpikir bahwa pertama-tama mereka harus memecahkan masalah di Gaza baru kemudian menuju ke Tepi Barat.”

Meskipun memposisikan diri sebagai negara yang dermawan bagi rakyat Palestina, Qatar juga memupuk hubungan dekat dengan Israel. Pada bulan Juli, Electronic Intifada mengungkapkan bahwa Qatar telah menyumbangkan $ 250.000 kepada organisasi pro-Israel di AS. Organisasi-organisasi itu termasuk diantaranya Zionist Organization of America (ZOA), Our Soldiers Speak dan Blue Diamond Horizons Inc., sebuah perusahaan yang dijalankan oleh penganut Kristen Zionis, Mike Huckabee. Diyakini bahwa dana tersebut disumbangkan untuk mendorong “dialog dengan komunitas Yahudi di luar negeri dan di Amerika Serikat.” (i7)

——————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 17/08/2018,  jam: 11:59.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *