'Israel' Perintahkan Aktivis BDS Bayar 12.000 Dolar Kerugian Atas Pembatalan Konser

 


‘Israel’ kemarin (11/10) telah memerintahkan dua aktivis Selandia Baru untuk membayar 45.000 shekel (12.000 dolar AS) atas kerugian karena membujuk bintang pop Lorde untuk membatalkan konsernya di Tel Aviv.

Keputusan itu diserahkan oleh Pengadilan Magistrates Yerusalem dan berdasarkan undang-undang anti-BDS Israel 2011, di mana siapa pun yang menyerukan boikot terhadap Israel atau lembaga ‘Israel’ dapat dituntut atas kerugian yang ditimbulkannya. Putusan tersebut dianggap sebagai yang pertama kalinya mewakili hukum kontroversial yang telah dikutip menjadi dasar dari sebuah keputusan pengadilan.

Gugatan itu diajukan atas nama tiga remaja fans Lorde yang merasa “kecewa” dengan pembatalan konsernya. Haaretz menjelaskan bahwa kasus ini diangkat ke pengadilan oleh pengacara ‘Israel’ Nitsana Darshan-Leitner, yang mengepalai Pusat Hukum ‘Israel’ Shurat HaDin yang terkenal sebagai petempur dalam melawan gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi gerakan (BDS). The Guardian menambahkan bahwa: “Para remaja ‘Israel’ itu mengklaim ‘kesejahteraan artistik’ mereka telah dirusak oleh pembatalan tersebut dan bahwa mereka menderita ‘kerugian’ nama baik mereka sebagai warga ‘Israel’ dan sebagai orang Yahudi”.

Dua aktivis Selandia Baru yang terlibat menolak perintah pengadilan tersebut, mengatakan: “Nasihat hukum kami dari para ahli hukum Selandia Baru telah jelas: ‘Israel’ tidak memiliki hak untuk mempolisikan pandangan politik masyarkat di seluruh dunia,” seperti dikutip Haaretz. Keduanya menambahkan bahwa keputusan itu benar-benar hanya mewakili “sebuah aksi akrobatik, […] yang satu-satunya tujuan yang dimaksudkannya adalah untuk mengintimidasi suara-suara kritik terharap ‘Israel’.”

Lorde, yang berasal dari Selandia Baru, dijadwalkan untuk tampil di Tel Aviv Juni tahun ini, tetapi pada Desember 2017 mengumumkan bahwa dia akan membatalkan konsernya setelah membaca sebuah surat terbuka yang menyerukannya untuk memboikot ‘Israel’. Surat terbuka itu ditulis oleh warga Selandia Baru Justine Sachs dan Nadia Abu-Shanab, yang etnis asalnya adalah turunan Yahudi dan Palestina secara berurutan, dan digambarkannya penjajahan ‘Israel’ yang sedang berlangsung di Tepi Barat dan efek mengerikan akan hal ini terhadap kehidupan sehari-hari rakyat Palestina. Pasangan itu menulis:

Dalam kaitan ini, pertunjukan di ‘Israel’ dapat mengirimkan pesan yang keliru. Bermain di Tel Aviv akan dilihat sebagai pemberian dukungan kepada kebijakan pemerintah ‘Israel’, meskipun jika Anda tidak memberikan komentar terhadap situasi politiknya.

Surat itu melanjutkan: “’Israel’ mungkin tampak seperti sebuah dunia yang jauh dari Selandia Baru tapi itu tidak seharusnya menghentikan kami dari berbicara dan menjadi bagian dari pihak yang benar dalam sejarah […] Mari bergabung dalam boikot artistik terhadap ‘Israel’, batalkan jadwal tur ‘Israel’ anda dan nyatakanlah sikap anda. Suara anda akan bergabung dengan suara banyak orang lain dan bersama kita bisa dan akan membuat sebuah perbedaan.”

Sampai saat ini belum jelas kapan putusan pengadilan itu akan diberlakukan dan para aktivis itu diminta untuk membayar kerugian. Pengacara yang mengangkat kasus itu, Darshan-Leitner, mengklaim bahwa “ada perjanjian antara ‘Israel’ dan Selandia Baru dalam menegakkan hasil keputusan pengadilan,  sehingga keputusan oleh pengadilan ‘Israel’ akan memiliki pengaruh terhadap aktivis tersebut”. Namun, Guardian mencatat bahwa “para ahli hukum [telah] mengatakan bahwa yurisdiksi itu tidak secara otomatis ditegakkan di bawah hukum Selandia Baru” dan “itu akan diserahkan kepada pengadilan Selandia Baru untuk memutuskan”.

Lorde bukan satu-satunya artis yang telah membatalkan pertunjukan di ‘Israel’ dan mendukung gerakan BDS. Selainnya termasuk Shakira, penyanyi Brasil Gilberto Gil dan Lauryn Hill. Sejumlah artis lain juga telah menarik diri dari Festival Meteor tahun ini, dengan jumlah keseluruhan terdapat 15 band yang mendengarkan seruan BDS untuk menarik diri dari acara tersebut (i7).

———————————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 12/10/2018, jam: 01: 16 siang.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *