Israel Pasok Senjata ke Eropa dan Lawan Larangan Penjualan ke Myanmar

aspacpalestine.com – Palestina. Negara Israel adalah satu-satunya negara yang menolak keputusan Uni Eropa dan PBB, terkait menghentikan persediaan senjata ke Myanmar. Hal tersebut bukanlah suatu hal yang aneh. Selama bertahun-tahun, Israel dinobatkan sebagai pemimpin negara dunia dalam produksi dan penjualan senjata, termasuk penjualan yang dilarang di dunia internasional dan hal ini masih berlanjut hingga kini. Banyak mantan pemimpin militer Israel, termasuk panglima perang Israel telah berubah menjadi penjual senjata dan penasehat internasional di bidang keamanan, serta hal yang terkait dengan penjualan keahlian keamanan dan persenjataan.

Hari ini, mengingat kondisi keamanan yang bergejolak di negara-negara di dunia dan eropa pada khususnya, serta ancaman serius yang dihadapi negara-negara ini, perdagangan senjata Israel telah berkembang. Keadaan ini telah memberikan risiko keamanan dan ancaman-ancaman keamanan, telah menjadi investasi besar bagi pabrik-pabrik militer Israel. Permintaan tersebut telah berlipat ganda setelah kebutuhan negara-negara eropa untuk berbagai jenis senjata. Persenjataan tersebut membantu mereka dalam menghadapi bahaya dan ancaman-ancaman. Kegiatan Internasional Israel ini memberikan nilai eksport keamanan Israel ke Eropa  saja meningkat dari 724 juta dolar ke 1,8 milyar dolar.

Situasi ini menimbulkan perdebatan Israel terkait sejauh mana hubungan perdagangan Israel ini mencerminkan hubungan Israel dengan negara-negara Eropa dan dengan negara-negara Eropa itu sendiri. Dalam taraf keamanan militer, akan terlihat dalam beberapa tahun kedepan persenjataan besar di dunia dan Eropa. Kondisi ini menyerukan Israel untuk memanfaatkan kesempatan dalam memperkuat hubungan bilateral dengan negara-negara Eropa. Para pejabat keamanan memperingatkan bahaya dari ketegangan yang meningkatkan dalam hubungan negara Eropa timur dengan Rusia dapat tercermin secara negatif terhadap hubungan antara Israel dan Moskow, khususnya Suriah.

Hubungan Israel dengan Myanmar dimulai pada tahun 1955, sedangkan hubungan keamanan Israel dengan Palestina telah berlangsung selama beberapa tahun, meskipun Myanmar mendapatkan embargo senjata dari Uni Eropa dan PBB. Dalam beberapa tahun terakhir, sangsi-sangsi lain dicabut, namun larangan penjualan senjata masih berlaku. Brigadir Jenderal Michel Bin Baruk dari kementerian Keamanan Israel melakukan kunjungan ke Myanmar pada tahun lalu dan bertemu dengan pemimpin otoritas. 2 Tahun lalu, Panglima militer Myanmar mengunjungi Israel dengan tujuan meluaskan hubungan antara kedua negara, serta melakukan pertemuan dengan presiden Reuven Rivlin dan Kepala Staff Gadi Eisenkot. Dalam kunjungan tersebut. Myanmar membeli kapal perang Israe, menurut data yang telah dilansir.

 

Sumber: alhayat.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *