Israel Marah, Pangeran Inggris Rencana Kunjungi Yerusalem Timur yang 'dijajah”

Menteri Urusan Yerusalem “Israel”,  Zeev Elkin marah saat Pangeran William dari Inggris menyebut Yerusalem Timur sebagai tanah yang dijajah. Dia mengklaim bahwa Yerusalem yang “bersatu” telah menjadi ibukota Yahudi selama 3.000 tahun, demikian seperti dilansir oleh situs Ynet News “Israel”  kemarin (18/06).

Menurut situs itu, Pangeran William, yang dijadwalkan tiba di wilayah tersebut pada tanggal 25 Juni, akan mengunjungi Kota Tua Yerusalem yang terjajah sebagai bagian dari perjalanannnya ke wilayah territorial Palestina.

Situs berita “Israel” tersebut mengatakan bahwa Elkin secara khusus marah dengan pernyataan resmi Kensington Palace yang mengatakan: “Program di Wilayah Penjajahan akan dimulai dengan briefing singkat tentang sejarah dan geografi Kota Tua Yerusalem dari titik pandang di Bukit Zaitun . ”

Pada halaman Facebook-nya, Elkin menulis: “Sangat disesalkan bahwa Inggris memilih untuk mempolitisasi kunjungan Kerajaan. Yerusalem yang bersatu telah menjadi ibukota “Israel” selama lebih dari 3.000 tahun dan tidak ada lagi kata-kata yang berputar-putar dari seorang pejabat resmi yang akan mengubah kenyataan. Saya mengharapkan staf pangeran untuk memperbaiki distorsi ini. ”

Pangeran William dan Istana Kensington belum mengumumkan lokasi-lokasi mana saja yang masuk dalam perjalanan. Tetapi satu narasumber mengatakan kepada situs berita “Israel” tersebut  bahwa Pangeran akan mengunjungi Masjid Al-Aqsa, Gereja Makam Suci, Gereja Santo Yohanes Pembaptis dan Dinding Al-Buraq (Barat).

Yerusalem Timur dianggap sebagai daerah yang dijajah di bawah hukum internasional.

(i7)

————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 19/06/2018 –  12:11 siang.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *