Israel Berusaha Lebih Membatasi Akses Ke Masjid Al-Aqsha

aspacpalestine.com – Al-Quds.Orang-orang Israel menyerukan perdana menteri Benyamin Netanyahu, untuk meninjau kembali pengaturan izin orang-orang Palestina untuk sholat di masjid Al-Aqsha, Menurut Jerusalem Post.

Hal tersebut terkait baku tembak antara polisi Israel dengan orang Palestina’, Jumat pagi (14/7/2017). Menteri Keamanan Publik, Gilad Erdan menyebut insiden tersebut sebagai sebuah “peristiwa serius yang melintasi semua garis merah.”

“Investigasi sedang berlangsung, kita perlu kembali mengevaluasi semua pengaturan keamanan terkait Masjid Al-Aqsha dan sekitarnya.”

Orang-orang Palestina sudah menghadapi beberapa pembatasan saat mendatangi masjid Al-Aqsha. Pembatasan tersebut adalah pria dibawah umur 45 tahun biasanya dibuat peraturan untuk mengajukan izin terlebih dan jamaah dapat dicegah masuk ke masjid Al-Aqsha oleh tentara Israel yang ditempatkan di gerbang-gerbang setiap saat.

Terkait dengan baku tembak tersebut, Israel menutup masjid Al-Aqsha dan membatalkan sholat jumat di masjid Al-Aqsha untuk pertama kalinya, sejak tahun 1969. Hal tersebut menurut mufti besar Al-Quds, Syeikh Muhammad Husein.

Wakil Menteri Pertahanan Israel, Eli Ben Dahan menyukan untuk terus menutup Masjid Al-Aqsha. Dia menilai hal terus perlu dilakukan Israel untuk mendukung peraturan pembatasan dan mengendalikan tempat-tempat suci tersebut.

 

Sumber: middleeastmonitor.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *