‘Israel’ Berupaya Minta Ganti Rugi 250 M Dolar Dari Negara-negara Arab

Imigran Yahudi asal Yaman tiba di bumi Palestina yang dijajah tahun 1949 – Arsip Reuters

Media ‘Israel’ melaporkan bahwa pihak berwenang penjajah ‘Israel’ berniat menuntut negara-negara Arab untuk membayarkan ganti rugi finansial sebesar 250 miliar dolar atas hak milik orang-orang Yahudi yang mereka klaim telah hidup di sana sebelum mereka dipindahkan ke wilayah Palestina yang dijajah. Hal ini terkandung di dalam apa yang disebut dengan ‘Kesepakatan Abad Ini’.

Menurut majalah Times of Israel, setelah melaui penelitian selama 18 bulan, tuntutan yang pertama atas ganti rugi itu bernilai 35 milyar dolar dari Tunisia, dan 15 miliar dolar dari Libia, atas harta benda yang ditinggalkan oleh orang-orang Yahudi saat mereka terusir pasca berdirinya apa yang kemudian dikenal sebagai Negara Israel pada tahun 1948.

Channel-2 melaporkan bahwa upaya negara Zionis ini muncul ditengah-tengah persiapan rancangan perdamaian Amerika untuk menyelesaikan masalah Palestina (yang dikenal dengan ‘Kesepakatan Abad ini’).

Dia menambahkan bahwa pemeriksaan rahasia atas nilai properti Yahudi itu telah dilakukan sejak satu setengah tahun yang lalu di Maroko, Irak, Suriah, Mesir dan Yaman, ditambah lagi Iran dan beberapa negara lain yang tidak disebutkan.

Gila Gameliel, Menteri Keadilan Sosial ‘Israel’ mengatakan dalam pernyataannya Sabtu lalu (05/01): “telah tiba waktunya untuk mereformasi kezaliman pembantaian (terhadap orang-orang Yahudi) yang bersejarah di tujuh negara Arab dan Iran, dan mengembalikan hak ratusan ribu orang-orang Yahudi yang telah kehilangan harta benda mereka.

Organisasi “Keadilan untuk orang-orang Yahudi dari negara-negara Arab”, sebuah organisasi internasional yang terdiri dari beberapa organisasi Yahudi, memperkirakan bahwa sekitar 856 ribu orang Yahudi dari 10 negara-negara Arab yang telah lari atau terusir pada tahun 1948 dan setelahnya, ditengah-tengah kekerasan bangsa Arab yang telah mengakibatkan tewas atau lukanya banyak orang Yahudi.

Gerakan Zionis telah melakukan ratusan kali operasi pemindahan orang-orang Yahudi Arab ke Palestina yang dijajah, seperti operasi “Karpet Sihir”, yang berhasil memindahkan 50 ribu orang Yahudi dalam 425 kali penerbangan dari Yaman. Dan operasi “Karpet Angin”, yang juga berhasil memindahkan 50.000 orang Yahudi lainnya. Sementara itu telah berhasil dipindahkan sekitar 113 ribu Yahudi Irak ke negara penjajah Zionis dengan menggunakan pesawat Amerika di dalam operasi yang terkenal dengan sebutan “Ali Baba.”

Perlu dicatat bahwa parlemen negara Zionis, Knesset telah memberlakukan pada tahun 2010 sebuah undang-undang yang mewajibkan pihak berwenang ‘Israel’ untuk memasukkan file “kompensasi hak-hak Yahudi” dalam setiap negosiasi perdamaian yang berlangsung dengan negara-negara Arab. Tetapi pemeriksaan komprehensif terkait estimasi harta benda mereka tersebut belum pernah dimulai kecuali pada 18 bulan terakhir ini, dengan latar belakang kemungkinan diumumkannya “Kesepakatan Abad Ini” oleh Amerika Serikat.

Sebaliknya, laporan itu menyatakan bahwa Otoritas Palestina telah berupaya meminta kompensasi dari ‘Israel’ senilai lebih dari 100 miliar dolar atas harta benda yang telah ditinggalkan oleh warga Arab yang melarikan diri atau diusir saat berdirinya negara penjajah Zionis. Mereka telah mengajukan dokumen untuk itu kepada  Amerika Serikat sekitar sepuluh tahun yang lalu.

Namun ‘Israel’ mengklaim bahwa pengungsi Palestina akan menjadi warga di dalam negara Palestina dalam perjanjian damai yang permanen. Sama persis dengan para pengungsi Yahudi dari negara-negara Arab yang telah tinggal menetap di negara penjajah ‘Israel’ (i7).

—————-

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 07/01/2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *