Israel Akui Bangun Gedung Besar Dekat Al-Aqsha

Divisi urusan Al-Quds di Organisasi Pembebasan Palestina mengungkapkan tentang pengakuan Zionis yang sedang membangun gedung besar di Wadi Halwah, kurang lebih 50 meter dari Masjid Al-Aqsha. Mereka menyebutnya dengan gedung Kadem.

Rencana pembangunan ini diprakarsai organisasi “Givati”, dalam rencana bangunan no 13542, menempati tanah seluas 10.626 meter persegi, terletak di sebelah selatan Kota Tua,  Al-Quds. Tepatnya di lingkungan Wadi Hilweh, di atas tanah milik keluarga Shiyam, menempel dengan tembok Al-Quds bagian selatan seluas  seluas 5420 meter persegi.

Dulunya bangunan ini merupakan tempat parker mobil bagi warga lingkungan yang kemudian diambil alih beberapa tahun lalu dengan dalih adanya untuk eksplorasi purbakala  di bawah naungan Asosiasi “Elad”. Namun justru di sana ditemukan sejumlah artefak peninggalan Islam dan Bizantium.

Divisi ini menambahkan, rencana ini telah mendapatkan persetujuan dari pemerintah berikut rencana pembangunan jembatan yang akan menghubungkan wilayah Al-Mugaribah distrik Kota Tua dengan bangunan ini.

Rencana Ini muncul ditengah rencana perluasan proyek Zionis untuk meningkatkan promosi pariwisata ke lingkungan Wadi Hilweh Al-Quds yang menurut jadwal akan berada dalam pengawasan Otoritas Palestina Taman Eir David di Wadi Halwah dibawah organisasi permukiman Elad Zionis bekerja sama dengan perusahaan Dana Save “Ratapan Warisan”.

Rencananya,  gedung ini akan terdiri dari tujuh lantai dengan luas sekitar 10.626 meter persegi di atas tanah,  termausk basemen dengan kapasitas 250 mobi. Selain itu, gedung ini akan akan menjadi proporsi konstruksi yang disetujui untuk rencana bangunan 27,3% dari luas daratan.

Akan dialokasikan seluruh lantai di gedung baru itu untuk para ilmuwan dan Dinas Purbakala Zionisme, di samping alokasi ruang untuk penggunaan pariwisata dan pameran dan ruangan arkeologi dan resepsi bagi para pengunjung, selain bimbingan pendidikan, aula, toko-toko serta ruang pameran untuk kantor taman “Ir David”,  sebagai bentuk penemuan arkeologi agar sesuai dengan narasi Zionis. Rencana ini tentunya mempunyai tujuan utama yaitu membiarkan dan menghancurkan peninggalan Arab dan di wilayah tersebut .

Disebutkan, bangunan ini berdiri diatas jaringan terowongan bawah tanah yang telah diresmikan sebelumnya pada pertengahan tahun 2012, namun belum terbuka untuk umum. Jaringan terowongan ini membentang dari Silwan Ein sampai ke Tembok Ratapan, yang akan memiliki stasiun istirahat bagi pengunjung selama kunjungan jika telah dibuka. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *