Inisiatif Palestina untuk Tangguhkan Keanggotaan “Israel” di PBB


Oleh: Mohamed Wedd

Kementerian Luar Negeri “Israel” dan misi diplomatiknya di PBB telah bersiap-siap untuk menghadapi dan menggagalkan inisiatif Palestina yang bermaksud mengusir “Israel” atau menggantungnya dari keanggotaannya sebagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Inisiatif Palestina ini dilatarbelakangi oleh pengesahan Knesset atas “undang-undang nasional”, yang menyatakan bahwa “negara Israel adalah tanah air nasional bagi orang-orang Yahudi,” dan bahwa hak untuk menentukan nasib sendiri di dalam negara “Israel” hanya terbatas bagi orang-orang Yahudi saja.

Menurut surat kabar “Yediot Ahronot”, yang melaporkan berita itu, bahwa misi Palestina untuk PBB akan mendakwa “Israel” melakukan aksi yang bertentangan dengan resolusi Dewan Keamanan dan bertindak melawan Piagam PBB, dan bahwa “undang-undang nasional” nya itu mendorong dedikasi kepada apartheid dan diskriminasi.

Surat kabar itu menjelaskan, di Israel orang-orang memprediksi bahwa Otoritas Palestina akan mengambil langkah-langkah yang sama yang pernah diambil melawan Afrika Selatan selama era apartheid, yaitu langkah-langkah yang menyebabkan penangguhan keanggotaan Afrika Selatan dari PBB, sehingga untuk beberapa tahun negara itu tidak menjadi bagian dari organisasi PBB.

Dan untuk bisa menggantung atau menghentikan keanggotaan “Israel” untuk sementara waktu atau mengusirnya dan menjauhkannya secara permanen dari PBB, Palestina membutuhkan persetujuan dua pertiga suara di Majelis Umum dan sembilan anggota di DK-PBB, dimana lima diantaranya merupakan anggota tetap, yaitu Amerika Serikat, Rusia, Cina, Inggris, dan Perancis.

Menurut koran itu, Palestina juga dapat mencoba untuk membatalkan hak Israel dalam pemungutan suara di Majelis Umum, meskipun kemungkinan memperoleh persetujuan dari semua anggota DK-PBB nampak tipis, dan dalam kondisi bagaimanapun, hak veto Amerika akan berlaku bagi setiap keputusan itu.

Akan tetapi meski demikian keadaannya, koran itu menyatakan : “Otoritas Palestina memiliki kesempatan yang bagus untuk diterbitkannya ketetapan dari Majelis Umum, dimana mereka dengan otomatis meraih suara mayoritas. Dan dalam kondisi demikian, ini menjadi kemenangan diplomatis yang belum pernah terjadi bagi Palestina.

Untuk menghadapi inisiatif Palestina ini, koran itu menegaskan bahwa Duta Besar Israel untuk PBB, Danny Danone, bekerja dalam koordinasi dengan Duta Besar AS Nicky Haley, dan negara-negara lain untuk menggagalkan inisiatif Palestina.

Koran itu mengutip ucapan Danone yang mengakatan: “Ini merupakan upaya yang konyol dan kosong dari pihak Palestina untuk menebar kebohongan di panggung PBB dan untuk membungkam kebenaran.”

Perlu dicatat bahwa anggota Komite Eksekutif PLO, Saleh Raafat, telah menyerukan penghentian keanggotaan Israel di Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dengan latar belakang pengesahan Knesset atas undang-undang “memecah kebisuan”, dan praktek-praktek tindak pindana terhadap rakyat Palestina, dan perlawanannya yang jelas-jelas secara tegas terhadap undang-undang internasional dan legalitas internasional. (i7)
———–
Sumber: www.arab48.com, terbit: 12/08/2018 – 09:27.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *