Indonesia Bisa Batalkan Kesepakatan Perdagangan Jika Australia Pindahkan Kedutaan ke Yerusalem

Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi kemarin (16/11) menyatakan keprihatinan Indonesua atas pernyataan Perdana Menteri Australia Scott Morrison bahwa negara itu kemungkinan memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem yang dijajah.

Marsudi meminta pemerintah Australia untuk menghormati proses perdamaian dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang telah diterbitkan terkait hal ini.

“Indonesia menegaskan kembali bahwa [status politik] Yerusalem adalah satu dari enam masalah yang harus dinegosiasikan dan diputuskan sebagai solusi berkelanjutan,” katanya.

“Indonesia meminta Australia dan negara-negara lain untuk terus mendukung proses perdamaian Palestina-Israel sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah disepakati dan tidak mengambil langkah-langkah yang dapat mengancam proses perdamaian dan stabilitas dunia.”

Korporasi Penyiaran Australiak kemaren membocorkan berita bahwa seandainya Australia bergerak, Indonesia dapat menunda pakta perdagangan bebas, Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif, yang dijadwalkan akan ditandatangani akhir tahun ini.

Menlu Indonesia mengungkapkan melalui  Twitter bahwa dia telah memanggil duta besar Australia di Jakarta  pada hari yang sama dan “menyampaikan keprihatinan Indonesia yang kuat” serta “mempertanyakan [ed] makna pengumuman Australia terkait isu Palestina itu. (i7).”

———————————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 17/11/2018 – 01.15.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *