Implikasi Jika Abbas Wafat

Seorang anggota Dewan Revolusi dari PLO Tayseer Nasrallah mengatakan bahwa Presiden Mahmoud Abbas “tampak letih dalam pertemuan-pertemuan gerakan itu belakangan ini, tapi dia tidak sakit,” Dia menegaskan bahwa pernyataan Israel baru-baru ini mengenai penyakitnya dimunculkan  sebagai “hasutan untuk mengisolasinya secara politis.”

Israel mengulang-ulang peringatan tentang “kemerosotan kondisi kesehatan Presiden Abbas,” terjadi  ditengah-tengah dia memimping sidang tertutup Dewan Revolusi di Ramallah awal bulan ini. Pers Israel melaporkan bahwa “laporan keamanan dan politik Israel memperingatkan implikasi ketiadaannya (wafat).”

Menurut situs-situs berita bahwa Presiden Abbas mengatakan kepada anggota Dewan Revolusi “rapatnya dengan mereka kali ini bisa jadi yang terakhir.” Namun tokoh Fatah Tayseer Nasrallah berkata:” Dalam setiap pidatonya Presiden selalu berujar hal serupa dan dia katakan bahwa umur itu ada dalam kuasa Ilahi dan bisa jadi ini merupakan rapat yang terakhir buat kita. Dia mengatakan hal serupa dalam pertemuan rapat yang terakhir sebagaimana dia biasa mengucapkannya di setiap sidang. “

Menurut Nasrallah, Presiden dengan itu bermaksud mendesak para anggota akan pentingnya menata kondisi PLO.

Namun Tayseer mengatakan dalam pernyataannya kepada Al Jazeera bahwa kelelahan Presiden memang terlihat amat jelas dalam rapat Dewan Revolusi terakhir beberapa hari yang lalu. Tapi tidak sampai pada tingkat sakit, dan dia menjelaskan bahwa itu kemungkinan besar karena kelelahan dari perjalanan jauh sebelum rapat.

Nasrallah menambahkan bahwa presiden memberikan pidato dadakan selama dua jam dengan kesadaran penuh dan bahasa yang jelas, dan tidak menyinggung perihal kondisi kesehatannya.

 

Kekhawatiran

Dewan Revolusi membahas dalam pertemuan terakhirnya mengenai masalah perluasan kekuasaan Wakil Presiden Fatah Mahmoud al-Alul, dan ini memperkuat kekhawatiran yang diungkapkan oleh pers Israel mengenai usia hidup Abbas.

Namun Nasrallah mengatakan bahwa isu tersebut telah dibahas dalam rekomendasi Konferensi Nasional PLO yang ke-7 pada tahun 2016. Disana telah diserukan pembentukan komite untuk membahas amandemen beberapa peraturan prosedur gerakan Fatah, termasuk masalah pengangkatan wakil presiden gerakan tersebut. Dewan Revolusi membahas mekanisme pengangkatan Alul nantinya di dalam Komite Pusat, di samping kebutuhan diadakannya pemungutan suara baginya dari Konferensi Nasional Gerakan itu.

Menanggapi peringatan berulang-ulang dari Israel tentang sakit yang diderita Abbas dan konsekuensi atas ketiadaannya dalam arena Palestina, Nasrallah mengatakan bahwa “Presiden Abbas menghadapi hasutan sistematis dari Israel dan Amerika dalam upaya mereka untuk mengisolasinya dari panggung politik.”

Tokoh Fatah ini menganggap bahwa ini menyerupai situasi yang yang dialami almarhum Presiden Yasser Arafat menjelang wafatnya pada tahun 2004. Terutama setelah pihak Israel menggambarkan Abbas sebagai “teroris.” Namun dia katakan:  meski demikian, kita tidak dapat memprediksi bagaimana pernyataan ancaman ini akan diimplementasikan.

Adapun apakah PLO dan para pemimpinya memiliki visi tentang tabiat fase manakala Mahmoud Abbas sudah tiada, Nasrallah mengatakan bahwa Komite Pusat PLO eksis dan memegang kendali penuh gerakan itu,sebagaimana badan eksekutif PLO masih melakukan tugas utamanya dan rakyat Palestina tidak akan menghadapi masalah untuk menyetujui kepemimpian yang baru.

Dalam perkembangan usia Abbas yang memasuki ke-83 pada bulan mendatang, Nasrallah menekankan bahwa undangan bagi pelaksanaan sidang baru bagi Dewan Nasional Palestina pada akhir April bertujuan untuk “memperkuat sistem politik Palestina dari segala kekosongan.”

Memang benar bahwa Dewan akan membahas situasi politik, terutama setelah keputusan AS baru-baru ini mengenai Yerusalem, namun juga akan memberikan legitimasi baru kepada Dewan Nasional dan kerangka kepemimpinan bagi OrganisasiPLO,” kata Nasrallah.

Dia menambahkan bahwa sejumlah anggota Komite Eksekutif berada dalam kondisi kesehatan yang sangat buruk dan tidak dapat hadir dalam sidang pertemuan mereka, yang mengancam tercapainya kuorum Komite dan keabsahan keputusannya. Dia  merujuk pada perwakilan Front Rakyat di dalam Komite yaitu Abdel Rahim Malloh dan perwakilan PLO Mohammad Zuhdi Nashashibi.

Dewan Nasional bertanggung jawab untuk memilih pimpinan baru Komite Eksekutif PLO, yang saat ini diketuai oleh Presiden Mahmoud Abbas, dan juga untuk pemilihan ulang komite-komite PLO dan berbagai komisi mereka.

Dewan Nasional mengadakan pertemuan untuk pertama kalinya dalam sembilan tahun, dan pernah melangsungkan sidang darurat tahun 2009. Sidang biasa terakhir dilaksanakan pada bulan April 1996.

—–

Keterangan Foto:

Nasrullah: Abbas memang terlihat kelelahan tapi tidak sampai membuatnya jatuh sakit (Aljazeera).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *