Hening Waspada Pasca Dihentikan Pembongkaran Desa Badui di Tepi Barat

 

Penduduk Khan Ahmar di Tepi Barat merayakan rasa gembira mereka pada hari Jumat setelah Pengadilan “Israel” kemaren (06/07)menghentikan pembongkaran perkampungan mereka sementara waktu. Orang-orang yang turut dalam aksi solidaritas itu turut bersama melaksanakan shalat Jumat dengan jumlah jamaah yang amat ramai di desa itu setelah menjalani dua hari bentrokan.

Setelah hari sulit yang dialami oleh penduduk desa Badui yang terletak di sebelah timur Yerusalem ini, tim pengacara berhasil mengupayakan diterbitkannya keputusan pencegahan dari Mahkamah Agung “Israel” untuk membekukan perintah pembongkaran dan kewajiban otoritas setempat yang berafiliasi kepada Penjajah hingga 11 Juli menginterpretasikan penghalang dari menerima skema yang diajukan penduduk komunitas Badui itu untuk menata bangunan di dalamnya, termasuk diijinkan untuk menunda pembongkaran meski hanya untuk sementara waktu.

Ratusan warga Palestina melaksanakan shalat Jumat di Komunitas Badui Khan Ahmar, dan mereka menegaskan kelanjutan dari aksi solidaritas di dalam komunitas itu sampai dibatalkannya keputusan pembongkarannya. Sebagaimana ketua komite perlawanan tembok dan pemukiman Yahudi, Walid Assaf mengatakan menjelang shalat Jumat bahwa pertempuran Khan Ahmar belum berakhir. Dan bahwa upaya kerakyatan, politik, hukum dan diplomatik akan terus berlanjut untuk mencegah pembongkaran.

Sekitar 180 orang Badui tinggal di dalam desa yang dibangun dari seng dan-kayu. Mereka  bekerja dengan cara mengembalakan domba di sisi jalan antara Yerusalem dan Jericho, sementara tempat mereka tinggal tersebar di puncak-puncak perbukitan yang ada di dekatnya.

Kelompok-kelompok HAM mengatakan pendeportasian orang Badui ini akan membuat kantong pemukiman Yahudi menjadi meluas ke timur Yerusalem, dan membagi Tepi Barat menjadi dua, dan membuat semakin sulit bagi rakyat Palestina untuk menghubungkan tanah-tanah Palestina yang ingin mereka tinggali di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Di sisi lain, para diplomat Eropa telah memperingatkan Penjajah Zionis secara resmi tentang reaksi kolektif jika keputusan pembongkaran yang melanggar hukum internasional itu dilaksanakan.

Pasukan Zionis kemaren menyerang dengan memukuli puluhan orang dan keluarga dari kalangan warga yang turut mengungkapkan solidaritasnya. Sejumlah orang dari peserta aksi itu ditanggap saat dilakukannya pengrusakan jalan-jalan di sekitar komunitas Badui itu sebagai permulaan untuk pembongkarannya. Sebagaimana telah dihancurkan 13 rumah dan 4 hanggar di Abu Nawar al-Badawi yang dekat dengan Bethany di Yerusalem Timur. (i7)

————–

Sumber: www.aljazeera.net, terbit: 07/07/2018.

,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *