Hari ini 25 Tahun Yang Lalu: Genosida di Masjid Ibrahimi

Oleh: Lulu Basmah

Masjid Ibrahimi di Hebron adalah saksi bisu peristiwa berdarah terhadap rakyat Palestina pada 25 Februari 1994.

Ketika itu, seorang Yahudi ekstrem, Baroch Goldstein, dibantu dengan pasukan penjajah Israel serta beberapa pemukim Yahudi di Kiryat Arba melakukan genosida terhadap rakyat Palestina yang saat itu sedang menunaikan shalat Shubuh.

Ketika pembantaian berlangsung, militer Israel menutup pintu Masjid guna mencegah rakyat Palestina untuk menyelematkan diri

Rakyat Palestina yang berada di luar Masjid juga dilarang masuk untuk menyelamatkan korban.

Israel bahkan menembaki rakyat yang membantu mengangkat jenazah korban.

Akbatnya, 50 rakyat Palestina menemui ajal mereka dalam pembantain tersebut, 29 di antaranya syahid di dalam Masjid Ibrahimi.

Pasca peristiwa tersebut, Israel menunutup Masjid Ibrahimi selama 6 bulan serta membentuk lembaga bernama Shamgar yang ditugaskan untuk menyelidiki kasus pembantaian tersebut.

Shamgar akhirnya memutuskan untuk membagi Masjid Ibrahimi menjadi 2 bagian, 60 persen untuk Yauhdi dan sisanya untuk umamt Islam.

Mereka juga menempatkan pengalawan ketat militer Israel di lokasi serta melarang adzan dikumandangkan di masjid tersebut.

Bagian Masjid Ibrahimi yang dirampas oleh Zionis Israel ini adalah tempat bersemayam terakhir beberapa Nabi di antaranya adalah Nabi Ya’qub dan Istrinya, Nabi Ibrahim dan Sarah serta makam Nabi Yusuf.

Otoritas Israel hingga saat ini masih memperketat pemeriksaan keamanan di setiap pintu masuk masjid serta menggusur pasar Khan Khalil, Shahin, dan Hasbah yang berdekatan dengan lokasi.

Israel juga meletakkan pintu elektronik yang biasa disebut dengan pintu kurungan, pos pemeriksaan dan 26 kamera pengintai di dalam masjid.

Saat ini, masjid ini hanya dibuka 10 hari dalam setahun untuk umat Islam dan 10 hari untuk Yahudi. (LB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *