Haniyah Apresiasi Prakarsa Syekh Shalah Bantu Gaza

Perdana Menteri Palestina Ismail Haniyah mengapresiasi prakarsa Syekh Al-Aqsha, Raid Shalah atas kampanya yang digelarnya untuk membela dan menolong Gaza serta membebaskannya dari blokade.

Juru bicara pemerintah Palestina Ihab Ghasin hari ini (21/9 melalui halaman pribadinya Facebook-nya mengatakan Perdana Menteri Ismail Haniya menghargai dan mengapresiasi pengumuman Syekh Al-Aqhsa Raid Shalah atas dukungan dan pembelaannya untuk membebaskan Gaza dari blokade. Ia juga mengapresiasi Shalah dan Gerakan Islam serta rakyat Palestina yang ada diwilayah jajahan 1948 dalam menjaga dan mempertahankan tempat suci serta mendukung perjuangan nasional Palestina.

Sebelumnya Syekh Raid Shalah telah mengumumkan dalam “Festival Al-Aqsha Dalam Bahaya” ke 18 yang digelar di desa Ummu Fahm peluncuran kampanya mendukung dan membela warga Gaza untuk memperkokoh keteguhan dan ketegaran mereka dalam menghadapi cobaan yang berat. Kepala ketua Gerakan Islam di Palestina Dalam ini ini mengungkap tentang kampanye dukungan bagi warga Gaza dengan bahan makanan air dan obat obatan setelah terowongan di bawah tanah di hancurkan oleh militer Mesir.

Syekh Shalah menegaskan, adalah tindakan berkhianat jika menghianati amanah Al-Quds dan Al-Aqsha serta hak kembalinya pengungsi, dianggap konspirasi untuk memblokade, memiskinkan warga Gaza serta rela dengan yahudisasi Tepi Barat dan dibangunnya pemukiman yahudi.

Dia menambahkan penjajah zionis tidak akan berhasil membagi wilayah Al-Aqsha baik dari sisi waktu dan tempat untuk umat Islam dan kaum Yahudi karena usia penjajah zionis lebih pendek dari itu. Ia menegaskan keberadaan kami Al-Quds dan Al-Aqsha sah dan konstitusional. Sementara keberadaan penjajah zionis di sana tidak memiliki dasar konstitusional dan pasti akan lenyap.

Kepada pada konspirator terhadap Arab Spring, Syekh Shalah mengatakan, “Kepada setiap konspirator, atas nama Al-Quds, atas nama Masjid Al-Aqsha yang diberkahi dan gereja Al-Kiamah kami tegaskan untuk memberikan kabar gembira dan optimisme bahwa Arab Spring akan tetap berjalan akan terus melanjutkan perjuangannya yang meletus dari dan bermula dari Tunis, ke Libia, Yaman, dan dan terus akan menyebar sampai kita akan menciptakan Arab Spring di Al-Quds dan Al-Aqsha dengan izin Allah kabar gembira ini akan kita perjuangkan tapi kita hidup atau kita sampai mati dengan izin Allah.” Pungkas Shalah. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *