Hamdan: Kami Menolak Kunjungan Kaum Muslimin ke al Aqsha

Petinggi Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Usamah Hamdan, Ahad (11/5), kembali menegaskan gerakannya menolak sama sekali kunjungan kaum muslimin ke masjid al Aqsha yang di bawah pendudukan penjajah zionis. Dia menegaskan, sekarang waktunya memobilisasi Arab dan kaum muslimin untuk berperang demi pembebasan Palestina karena dan hak dan kebenaran tidak akan kembali kecuali dengan kekuatan.

Hamdan mengatakan, “Kami menegaskan permintaan kami kepada umat agar menolak apapun bentuk pelepasan di al Quds atau tanah Palestina, betapapun tekanan dan ancaman Amerika.”

Hal tersebut dia sampaikan mewakili Kepala Biro Politik Hamas Khaled Misy’al, dalam seminar tentang isu Palestina yang diadakan oleh Persatuan Ulama Islam Dunia dengan tema “Al Quds dan al Aqsha… Antara Konspirasi dan Konfrontasi” di Doha, Qatar.

Dia menambahkan, “Sekarang saatnya kami sebagai orang Palestina mengembalkan proyek orisinil nasional kami, yaitu proyek pembebasan dan hak kembali.”

Proyek ini, menurutnya, diluncurkan pada tahun 1960-an dalam rangka sebagai upaya untuk pembebasan tanah Palestina yang diduduki tahun 1948, yaitu sebelum pendudukan sisa wilayah Palestina lainnya oleh penjajah zionis. Dia mengatakan, “Aib bagi kita melupakan pendudukan tahun 1948.”

Dia menjelaskan bahwa gerakannya berupaya mengembalikan rekonsiliasi Palestina sebagai proyek pembebasan. Dia menyatakan terjadi peningkatan konfrontasi rakyat di Tepi Barat dan al Quds akhir-akhir ini.

Dia menegaskan bahwa rekonsiliasi dilakukan dalam konteks menata rumah tangga internal Palestina dan penyatuan demi pembebasan Palestina, al Quds dan al Aqsha, serta demi menghadapi dunia dengan satu sikap yang membantu umat mendukung bangsa Palestina.

Petinggi Hamas ini menyatakan bahwa umat ingin proyek pembebasan. Dia menegaskan bahwa umat akan mempersembahkan untuk proyek ini sebagaimana mereka persembahkan di masa lalu. Karena itu penting menyatukan barisan umat demi persoalan besar dan menolak segala proyek yang menimbulkan konflik kelompok. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *