Hamas Tuntut Australia Tarik Kembali Pengakuan Yerusalem 'Barat' sebagai Ibukota ‘Israel’ dan Sebut itu Sebagai Keputusan Tidak Bermoral

Gaza – Hamas mengutuk pengakuan pemerintah Australia bahwa “Yerusalem Barat sebagai ibukota ‘Israel’”, yang keluar dari mulut Perdana Menteri Scott Morrison, dan menganggapnya sebagai keputusan yang tidak bermoral dan memusuhi bangsa Palestina juga hak-haknya secara historis. Itu juga bertentangan dengan semua resolusi internasional yang termasuk di dalamnya Australia pernah memberikan suaranya di masa lalu.

Hamas mengatakan dalam pernyataannya: “Sesungguhnya sikap ini memburukkan citra Australia dan mempengaruhi hubungan antar kedua bangsa yang selama ini berjalan atas dasar saling menghormati dan tidak saling mencampuri urusan internal kedua belah bangsa”. Itu disebutkan sambil menyerukan Perdana Menteri Australia untuk membatalkan keputusan yang “tidak adil dan lalim terhadap rakyat Palestina.”

Hamas juga mencela sikap Menlu Bahrain, yang meremehkan resolusi Liga Arab yang telah mengecam sikap Australia mengakui “Yerusalem Barat” sebagai ibukota penjajah Zionis dan membenarkan sikap itu  serta mengecilkan dampak dari keputusan tersebut.

Hamas menekankan akan sikapnya yang tegas menolak segala bentuk normalisasi dari titik manapun dan di tingkat manapun, dan menganggapnya sebagai tusukan dari belakang punggung bangsa Palestina dan pelanggaran terhadap hak-haknya, dan menutup mata dari berbagai aksi pihak musuh Zionis yang terus menerus berlangsung melalui cara-cara pembunuhan rakyat Palestina, penangkapan, dan pembongkaran rumah mereka, dan menggiring mereka ke pengasingan dan tempat-tempat pengungsian yang buruk (i7)

———————–
Sumber: www.palinfo.com, terbit 18/12/2018.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *