Hamas Nyatakan Penghargaan Atas Sikap 130 Anggota Parlemen Inggris Tentang Kebijakan Aneksasi Penjajah Zionis

Gaza – Hamas, pada hari Senin (05/05), menyatakan penghargaanya atas sikap menentang kebijakan aneksasi Penjajah Zionis, yang diungkapkan oleh 130 anggota parlemen Inggris dalam sebuah surat yang mereka kirimkan kepada Perdana Menteri mereka.

Seorang juru bicara gerakan Hamas, Hazem Qassem, mengatakan dalam sebuah pernyataan pers: Sikap ini, yang menentang kebijakan aneksasi yang ingin dilakukan oleh otoritas Penjajah Zionis, disamping penolakan luas yang diungkapkan oleh berbagai kalangan internasional, semakin menguatkan isolasi terhadap sikap Penjajah Zionis dan Pemerintah Amerika yang mendukungnya.

Dia mengajak semua pihak yang telah menyatakan penolakan mereka terhadap kebijakan aneksasi tersebut untuk mengambil langkah-langkah praktis dan serius untuk mencegah Penjajah Zionis dari menerapkan kebijakan ekspansionisnya, dan untuk menghukumnya karena kejahatan yang berkelanjutan terhadap kemanusiaan dan tanah air Palestina.

130 orang anggota parlemen Inggris dari partai yang berbeda-beda di Inggris mengirimkan surat kepada Perdana Menteri Boris Johnson untuk menjatuhkan sanksi ekonomi kepada Penjajah Zionis dalam kondisi dianeksasinya beberapa daerah Tepi Barat, demikian seperti diberitakan oleh surat kabar The Guardian pada Jumat malam.

Surat itu ditandatangani oleh para mantan menteri dari Partai Konservatif, mantan Presiden Partai Konservatif, Lord Patten, dan mantan Menteri Pembangunan Internasional, Andrew Mitchell.

Isi surat itu menganggap bahwa pencaplokan daerah-daerah Tepi Barat akan menjadi jelas sebagai sesuatu yang ilegal dalam Hukum Internasional,” menambahkan bahwa “Inggris tidak ragu-ragu untuk menjatuhkan sanksi terhadap Rusia setelah pencaplokannya terhadap Krimea”. Surat itu juga menjelaskan bahwa “setiap langkah Penjajah Zionis di Tepi Barat harus menerima tanggapan serupa”.

Para penandatangan pesan tersebut, yang diprakarsai oleh The Council for Arab-British Understanding (Caabu), menyatakan kemarahan mereka pada pengumuman pemerintah Penjajah Zionis tentang rencana untuk mencaplok daerah-daerah Tepi Barat, menggambarkannya sebagai “pukulan fatal terhadap peluang perdamaian antara Penjajah Zionis dan Palestina berdasarkan solusi dua negara.”

——————–
Sumber: www.palinfo.com, terbit:  4 Mei 2020 jam 19:23.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *