Hamas: Haram Kunjungi al Quds Selama di Bawah Pendudukan Zionis

Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyerukan negara-negara Arab dan Islam agar tidak merespon rencana pariwisata Zionis untuk menggalang rombongan wisata dari negara-negara Islam guna mengunjungi al Quds.

Hamas menegaskan haram hukumnya mengunjungi kota suci al Quds selama masih di bawah pendudukan Zionis. Karena itu sama artinya mengakui legalitas dan keabsahan pendudukan penjajah Zionis atas kota suci dan kiblat pertama umat Islam tersebut.  

Hal tersebut ditegaskan Hamas dalam pernyataan resmi mengomentari proyek wisata Yahudi yang didukung kementrian pariwisata Zionis dalam menggalang rombongan wisata dari negara-negara Islam dari Asia timur, Afrika, Pakistan dan India untuk mengunjungi al Quds dan situs-situsnya.

Hamas mengatakan, “Kami mengingatkan bahaya rencana Zionis ini. Rencana ini bertujuan memasarkan dongeng Zionis dan mengukuhkan dimensi Yahudi serta mempropagandakan kebenaran palsu yang mereka klaim di al Aqsha dan areanya, serta menghapus kedalaman sejarah peradaban Arab dan Islam.”

Hamas menegaskan bahwa rencana tersebut merupakan upaya terang-terangan dan putus asa dari pihak Zionis yang tidak akan berhasil memaksakan realitas baru. Rencana tersebut tidak akan bisa merusak memori hidup kaum muslimin dan ikatan eratnya dengan al Quds, al Aqsha, tempat-tempat sucinya dan situs-situs Islam.  

Hamas menambahkan, “Kami kembali menegaskan haram mengunjungi al Quds selama kota suci tersebut berda di bawah dekaman penjajah Zionis. Kami menyerukan Organisasi Kerjsama Islam (OKI) dan Liga Arab untuk memaksa negaranya tidak merespon rencana berbahaya ini, yang hanya melayani agenda yahudisasi Zionis. Kami juga menyeerukan lembaga-lembaga media agar ikut aktif mengungkap tujuan-tujuan mencurigakan penjajah Zionis dan proyek-proyeknya dalam menghapus petunjuk-petunjuk dan tempat-tempat suci Islam.” (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *