Hamas: "Gencatan Senjata" dengan Penjajah Dimediasi Mesir

Kassim: Mediasi telah membuahkan kesepakatan bagi pemulihan ketenangan (A.B.)

 

Oleh Mohammed Watt

Faksi-faksi perlawanan Palestina di Jalur Gaza pada Sabtu malam (14/07) membenarkan bahwa mereka telah merespond inisiatif Mesir untuk mengakhiri sesi eskalasi militer oleh Penjajah “Israel” terhadap Jalur Gaza dan mengembalikan ketenangan dibawah sponsor Mesir, tanpa memberikan perincian lebih dalam tentang gencatan senjata tersebut.

Kantor berita “Shafa” mengutip dari sumber senior di gerakan Hamas yang mengatakan bahwa “mediasi dan intervensi dari beberapa pihak regional dan internasional telah mengarahkan kepada titik bagi diakhirnya sesi eskalasi saat ini antara faksi-faksi perlawanan dan militer Penjajah “Israel””.

Juru bicara Hamas Hazem Qassem mengatakan berbagai mediasi itu telah membuahkan kesepakatan bagi pemulihan ketenangan.

Qassem menambahkan: “Kami telah menyampaikan kepada pihak-pihak itu bahwa Penjajahlah yang telah memulai agresi terhadap Gaza dan dialah yang harus menghentikannya. Dan perilaku gerakan perlawanan adalah sebagai reaksi atas agresi tersebut.”

Dia menegaskan bahwa sikap gerakan perlawanan untuk tercapainya gencatan senjata adalah jelas yaitu tercermin dari dihentikannya agresi penjajah atas Jalur Gaza.

Gaza telah menyaksikan agresi militer dari Penjajah Israel sejak tengah malam lalu, di mana pesawat-pesawat perang milik Penjajah melancarkan puluhan serangan ke berbagai  target dan markas faksi-faksi perlawanan, yang mengakibatkan syahidnya dua anak dan melukai lebih dari 25 orang lainnya dengan kondisi luka beragam.

Inilah target utama rocket Israel ke Gaza! Anak-anak, sekolah dan masjid.

Di sisi lain, gerakan perlawanan membalas agresi penjajah itu dengan menembakkan lebih dari 130 roket dan granat ke kota-kota Israel di “Gilav Gaza.”

Sementara  gerakan Jihad Islam, menegaskan bahwa pihaknya berinteraksi dengan upaya Mesir dan menyepakati ketenangan selama Penjajah berkomitmen untuk menghentikan agresi.

Sikap yang sama diungkapkan oleh Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina, yang telah menegaskan interaksinya dengan upaya Mesir dan menyepakati ketenangan selama pihak Penjajah menghentikan agresi dan serangannya terhadap Jalur Gaza. Akan tetapi gerakan perlawanan punya hak untuk membalas terhadap setiap pelanggaran yang dilakukan oleh militer Penjajah.

Sementara gerakan Fatah mengutuk agresi “Israel” terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, sambil menekankan bahwa agresi ini tidak akan mempengaruhi ketabahan rakyat Palestina dan tidak akan membuatnya tunduk.

Fatah menyatakan melalui juru bicaranya, Dr Atef Abu Saif bahwa pemboman brutal “Israel” terhadap Jalur Gaza tidak lain hanyalah keberlanjutan atas setiap kebijakan negara penjajah ini untuk menghancurkan tanah, manusia dan mengokohkan penjajahan dan berbagai perangkatnya di setiap jengkal Palestina. Dan bahwa bangsa yang bangkit dari abu Nakba kepada bara revolusi dan gigih dalam setiap pertempuran dan menggariskan kepahlawanan yang terbaik ini sungguh mampu untuk menghalangi agresi dari negeri ini menghadapi berbagai perangkat penindasan, pembunuhan dan penghancuran.

Fatah menuntut masyarakat internasional untuk berdiri mengemban tanggung jawabnya dan campur tangan untuk melindungi bangsa kami yang tidak berdaya di hadapan mesin pembunuh Israel. Dia nenegaskan bahwa kebisuan internasional menjadi pendorong terbesar bagi “Israel” untuk menyempurnakan agresinya. Dia menutup pernyataannya menegaskan pentingnya persatuan dan kohesifitas bagi Fatah dalam melawan agresi dan memperkuat ketabahan rakyat Palestina.

Sementara, juru bicara Hamas Fawzi Barhoum mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada media: “Hamas menyampaikan penghormatannya kepada gerakan perlawanan Palestina yang heroik, yang telah memikul di atas pundaknya tanggung jawab perlindungan bagi bangsa Palestina, dan respondnya yang kuat dan langsung terhadap eskalasi penjajah atas penargetan warga sipil dan organisasi-organisasi dan markas perlawanan. Ini menegaskan bahwa dia tidak mundur dari keseimbangan pengeboman berbalas pengeboman yang di dilakukan oleh gerakan perlawanan dengan kekuatan penuh melawan permusuhan “Israel”. ”

Barhoum menambahkan: “Penjajah dengan sengaja menarget anak-anak Gaza dan telah membunuh dua anak yaitu Amir An-Namira, dan Louay Kahil yang mengungkap volume kejahatannya dan kebrutalan yang telah memikulkan di bahunya pertempuran terhadap anak-anak setelah gagal memecahkan keinginan dan tekat gerakan perlawanan yang mengemban tanggung jawab dan kewajiban tanah air dalam     membela bangsa kami dan melindungi kepentingannya.”

Barhoum menyatakan bahwa “Israel” bertanggungjawab sepenuhnya atas setiap konsekwensi dari eskalasi ini, hasil-hasilnya dan keberlanjutannya. Dia menegaskan bahwa gerakan perlawanan akan terus menjadi perisai yang melindungi rakyat Palestina. Tidak akan meninggalkan tugasnya dalam melakukan pembelaan dan menanggapi agresi apapun meski dengan pengorbanan apapun. Dan bagi “Israel” agar mengkaji kembali dan memahami konsep persamaan dengan baik.

Sementara Otoritas Palestina menyerukan intervensi internasional dengan segera untuk menghentikan agresi Israel terhadap Jalur Gaza.

Juru bicara resmi pemerintah Yousuf Mahmood dalam sebuah pernyataan pers pada Sabtu malam mengatakan bahwa “pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Rami Al-Hamdallah terus melakukan kontak intensif dengan semua pihak regional dan internasional, dalam rangka memastikan dihentikannya agresi ini.”

Mahmoud menegaskan bahwa otoritas penjajah bekerja sepanjang waktu mendorong kondisi agar eskalasi semakin meningkat, mengejar warga masyarakat yang tidak bersenjata, dan menumpahkan darah para demonstran aksi damai, membidik dokter-dokter, perawat, tim ambulan, dan wartawan, di bawah bayang-bayang blokade yang semakin diperketat yang diberlakukan sejak 11 tahun terhadap putera-puteri bangsa Palestina di Gaza. (i7)

—————–

Sumber: www.arab48.com, terbit: 14/07/2018 – 22:29.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *