Hamas: Bukti Kuat Abu Khoussa Bom Konvoi PM Palestina

Ismail Ridwan, seorang tokoh Gerakan Hamas, mengatakan bahwa pihak Keamanan Departemen Dalam Negeri dan Keamanan Nasional di Gaza, memiliki bukti tak terbantahkan tentang siapa yang berada di balik pemboman iring-iringan PM Palestina, Rami Al-Hamdallah.

Ridwan mengatakan pada hari Jumat (23/03) dalam sebuah acara yang menolak keputusan Amerika terkait Yerusalem di Gaza: “Ada bukti kuat dari dinas keamanan tentang aksi pemboman itu,”

Menurutnya bahwa “Bukti-bukti tersebut profesional dan akurat dengan suara dan gambar yang jelas,”. “Karena berisi rincian profesional, tidak akan ada keraguan lagi tentang siapa yang berada di balik aksi kriminal itu.”

Dia memberi isyarat bahwa ada orang-orang yang ingin menangguk keuntungan dari insiden itu demi untuk “meloloskan “Shafqat Al-Qarn” (kesepakatan abad ini) yang tidak akan pernah berlalu.”

Dia menekankan bahwa Hamas “sangat ingin mencapai rekonsiliasi nyata, dan akan mematuhi perjanjian yang ditandatangani.”

Dia melanjutkan: “Kami tidak akan memperhatikan suara-suara yang mendorong untuk menghindari manfaat rekonsiliasi.”

Ridwan membantah berbagai tuduhan pemimpin Palestina terhadap Hamas seputar tanggungjawabnya atas pemboman iring-iringan mobil.”

Di sisi lain, ia menekankan bahwa Hamas akan melanjutkan “perlawanan yang sah terhadap penjajahan Israel, melalui Intifada dan ‘masirah al-audah’ (hak pulang ke tanah air), yang akan dimulai pada akhir bulan ini.”

Ridwan meminta negara-negara Arab dan dunia Islam untuk mendukung dan melakukan solidaritas bagi kemenangan kota Yerusalem dan isu Palestina.

Dia mengatakan: “Adapun pesan kami kepada penjajah Israel, sesungguhnya kelalimanmu dan pembunuhanmu tidak akan menghancurkan perlawanan, dan kami berada di jalan ‘masirah al-audah’ dan perlawanan.”

Pada hari Kamis (22/03), Kementerian Dalam Negeri di Gaza mengumumkan terbunuhnya empat orang, termasuk Anas Abu Khoussa, tersangka utama dalam insiden pemboman, dan dua anggotanya, dalam bentrokan di Gaza tengah.

Kementerian itu mengatakan bahwa dinas keamanan dapat menemukan lokasi (Abu Khoussa bersama para pengikutnya) yang dicari. Dinas keamanan memulai operasi pengepungan, dan meminta mereka untuk menyerah, tetapi mereka mengambil inisiatif langsung melepaskan tembakan, yang menyebabkan dua orang petugas keamanan tewas, dan dua orang buron yang salah satunya adlaah tersangka utama, tanpa memberikan keterangan lebih detail.

Pada tanggal 13 Maret  lalu, otoritas Gaza mengumumkan bahwa telah tejadi ledakan saat berlangsung konvoi PM dan delegasi yang menyertainya saat melintasi Jalur Gaza di daerah Beit Hanoun (utara), tanpa menimbulkan korban jiwa.

Senin lalu (19/03), Presiden Mahmoud Abbas di tengah sidang pejabat tinggi Palestina menuduh gerakan Hamas telah melakukan aksi percobaan pembunuhan terhadap Al-Hamdallah (Arab48/i7).

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *