Haley: PBB Harus Akhiri Serangan ‘barbar’ di Ghouta Timur

Pejabat tinggi PBB mengutuk pengeboman yang tak henti-hentinya di sebuah daerah padat di Suriah saat serangan udara terus berlanjut dan korban berjatuhan yang menewaskan hampir 300 orang.
 
Lebih dari 60 anak terbunuh dalam kampanye pengeboman [Bassam Khabieh / Reuters]
 
Nikki Haley, duta besar AS untuk PBB, meminta Dewan Keamanan untuk mengeluarkan sebuah rancangan resolusi yang menyerukan gencatan senjata 30 hari di Ghouta Timur, sebuah daerah pemberontak yang dikepung di Suriah.
 
“Ini saatnya untuk segera mengambil tindakan dengan harapan menyelamatkan nyawa laki-laki, wanita, dan anak-anak yang diserang oleh rezim Assad yang barbar,” kata Haley dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
 
Diplomat AS menyerukan gencatan senjata untuk mengizinkan bantuan bisa dikirim ke Ghouta.
 
Para pejabat tinggi PBB juga menuntut penghentian segera serangan udara terhadap Ghouta Timur Suriah yang hancur lebur dimana Sekjen PBB Antonio Guterres menyebut daerah padat yang dikuasai  pemberontak itu sebagai  “neraka di Dunia”.
 
Pasukan Suriah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia terus menghujani bom di pinggiran kota Damaskus itu sehingga menyebabkan setidaknya 27 orang tewas pada hari Rabu, membawa korban tewas sipil menjadi lebih dari 270 – termasuk 60 anak-anak – selama tiga hari terakhir.
 
” Saya menyerukan terhadap semua pihak yang terlibat untuk segera menangguhkan semua aktivitas perang di Ghouta Timur,” kata Guterres dalam sebuah pertemuan Dewan Keamanan PBB. “Ini adalah tragedi kemanusiaan yang sedang berlangsung di depan mata kita, dan kurasa kita tidak bisa membiarkan ini semua terus terjadi dengan cara yang menghebohkan seperti ini.”
 
Sekitar 400.000 orang tinggal di daerah tersebut, yang telah dikepung selama bertahun-tahun oleh pasukan pemerintah dengan hanya sedikit persediaan yang bisa sampai kepada penduduk yang putus asa.
 
Kepala HAM PBB Zeid Ra’ad al-Hussein menyebut berbagai serangan udara dan tembakan artileri yang dilancarkan merupakan “kampanye pemusnahan yang mengerikan.
 
“Hukum humaniter internasional yang berkembang  secara tepat dimaksudkan untuk menghentikan situasi seperti ini, di mana warga sipil dibantai secara massal demi memenuhi tujuan politik atau militer,” katanya dalam sebuah pernyataan.
 
PBB telah mendokumentasikan 346 kematian warga sipil dengan 878 orang terluka di Ghouta Timur sejak 4 Februari, kebanyakan akibat serangan udara yang menyerang daerah pemukiman, kata Zeid.
 
Keterlibatan Rusia
 
Rusia membantah terlibat dalam serangan udara pada hari Rabu, membantah  tudingan pejabat AS bahwa Moskow telah ambil bagian dalam penyerangan dan mengistilahkan tudingan itu sebagai “tanpa dasar”.
 
“Tidak jelas apa yang mereka tudingkan didasarkan atas apa … Kami tidak setuju, “kata juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov.
 
Jet-jet Rusia telah melakukan serangan udara di Suriah untuk mendukung Presiden Bashar al-Assad sejak tahun 2015 – amat berpengaruh besar kepada jalannya perang yang sudah berlangsung tujuh tahun ini berpihak bagi (kemenangan) pemerintah.
 
Berbagai perundingan yang mencoba mengatasi  secara damai situasi mengerikan di Ghouta Timur mengalami kebuntuan setelah pemberontak di sana mengabaikan seruan untuk menghentikan perlawanan dan meletakkan senjata mereka, kata militer Rusia Rabu malam.
 
Pemberontak menghalangi warga sipil untuk meninggalkan zona konflik, pusat pemantauan gencatan senjata Rusia di Suriah, yang dijalankan oleh militer Rusia, juga mengatakan dalam sebuah pernyataan.
 
Duta Besar Rusia PBB Vassily Nebenzia menyerukan  diadakan rapat Dewan Keamanan PBB mengenai situasi di Ghouta Timur yang akan diselenggarakan pada hari Kamis.
 
Penderitaan Kedepan Semakin Bertambah
 
Komite Internasional Palang Merah menyerukan pengendalian situasi dan akses bagi yang terluka.
 
“Pertempuran tampaknya akan menyebabkan semakin bertambahnya penderitaan dalam beberapa hari hingga berminggu-minggu ke depan,” Kata Ketua ICRC Marianne Gasser dalam sebuah pernyataan. 
 
Korban luka parah hanya akan mati karena mereka tidak dapat diobati pada waktunya. Di beberapa wilayah di Ghouta, seluruh anggota keluarga tidak lagi punya tempat yang aman kemana harus pergi.”
 
Delapan rumah sakit/ kinik telah diserang pada hari Selasa.
 
Berbicara kepada Al Jazeera dari Ghouta Timur, seorang aktifis Mouayad Mohildeen mengatakan bahwa hujan serangan granat dan bom terus menjadikan daerah padat penduduk itu sebagai sasaran.
 
“Ada banyak orang meninggal di sini, ada banyak luka, titik-titik layanan medis tidak beroperasi. Kami merasa dikhianati oleh masyarakat internasional,” ujarnya.
 
Serangan Darat
 
Melaporkan dari Beirut, Zeina Khodr dari Al Jazeera mengatakan bahwa gempuran serangan udara yang sedang berlangsung ini bisa jadi merupakan pendahuluan dilakukannya serangan darat.
 
Pemerintah Suriah telah mengirim bala bantuan militer ke garis depan di sekitar pinggiran kota yang dikepung.
 
Surat kabar pro-pemerintah Al Watan mengatakan bahwa kampanye pengeboman merupakan langkah permulaan bagi operasi darat yang bisa dimulai kapan saja.
 
“Serangan darat tidak akan mudah, pemerintah dan sekutu-sekutunya telah berulang kali mencoba menyerang Ghouta Timur di masa lalu.
 
Since March 2011, an estimated 465,000 Syrians have been killed in fighting, one million wounded, and about 12 million – half the country’s prewar population – displaced from their homes. 
 
“Pemberontak memiliki pertahanan kuat dan jaringan terowongan bawah tanah yang mereka gunakan untuk kepentingan mereka,” kata Khodr.
 
Sejak Maret 2011, diperkirakan 465.000 warga Suriah tewas dalam pertempuran, satu juta terluka, dan sekitar 12 juta – separuh dari jumlah penduduk sebelum perang di negara itu – telah kehilangan rumah dan tempat tinggal mereka. (Aljazeera/i7).

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *