Haarezt: Israel Berencana Pisahkan Daerah Pinggiran Palestina Terisolasi di Al-Quds

aspacpalestine.com – Al-Quds. Menteri Israel urusan Al-Quds, Zaef Elkin mendorong rencana pemisahan lingkungan di Al-Quds terjajah, yang berlokasi di di luar tembok pembatas dari Al-Quds Barat. Rencana tersebut dilansir oleh media Israel “Haarezt”, Ahad (29/10/2017). Jadi lingkungan ini seluruhnya adalah lingkungan Palestina yang ditempati para pemukim Israel. Rencana ini menuntut pemisahan lingkungan ini dari otoritas yang otoritas Al-Quds dan menuntut pembentukan pemerintah kota atau satu kota madya atau lebih. Rencana ini untuk mengelola lingkungan Palestina yang terisolasi di Al-Quds.

Pelaksaan rencana ini tergantung kepada persetujuan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu dan selesainya amandemen hukum yang disetujui oleh Knesset, pada pembacaan pertama, di bulan Juli. Elkin memperkirakan bahwa langkah ini tidak mendapatkan pertentangan yang signifikan dari pihak partai-partai koalisi maupun oposisi zionis.

Daerah-daerah yang tepisah dari daerah yuridiksi kotamadya penjajah Israel di Al-Quds adalah Kamp pengungsi Shu’fat dan kota-kotan yang berdekatan dengan timur laut Al-Quds terjajah. Selain itu, kota Kafr Naqb dan desa Walaja di bagian selatan dari kota Sawahra.

Koran tersebut menambahkan bawah tidak ada seorang pun yang tahun jumlah penduduk di wilayah-wilayah ini. Namun, diperkirakan bahwa jumlah populasi di daearah ini berkisar antara 100-150 ribu dan Elkin menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan “keseimbangan demografis” antara orang Yahudi dan Arab. dia juga menjelaskan bahwa sebagian besar dari penduduk Al-Quds terjajah dan Tepi Barat terjajah adalah yahudi.

Elkin mengatakan bahwa terdapat konsekuensi dramatis dari pihak mayoritas Yahudi dan juga kondisi di daerah tersebut tidak dapat memperbaiki standar hidup dan perkirakan kami mengarahkan bahwa kondisi buruk daerah ini akan terus meningkat.

 

Sumber: arab48.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *