Gunakan Layang-layang Gaza Hantam Ekonomi “Israel”

 

 


Adegan selang air yang terhubung panjang ke tangki-tangki air raksasa, dan juga pesawat-pesawat yang telah berubah menjadi “pesawat pemadam” mengosongkan perutnya yang berisi air menguasai panggung pemukiman Zionis “Gilav Gaza”. Ini diakibatkan oleh layang-layang kertas yang telah menyebabkan kerugian ekonomi secara amat nyata di pihak “Israel”.

Para pemuda Gaza telah berhasil mengubah layang-layang kertas, balon-balonan dari asalnya sebagai permainan menjadi alat untuk mengirimkan bahan-bahan pembakar yang diterbangkan menuju semak belukar yang dikuasai oleh Penjajah di timur Jalur Gaza. Ini bertujuan untuk membuat pihak musuh merasa sakit dan bingung dengan menggunakan alat yang sesederhana mungkin, dalam upaya memperoleh hak-hak dasar mereka yang telah direbut. Ini dicerminkan melalui hak hidup dan pulang kembali ke tanah air mereka yang terjajah, yang dijamin oleh berbagai dokumen dan kesepakatan internasional.

Rakyat Palestina mulai mempergunakan teknik-teknik semacam ini beberapa hari setelah dimulainya Pawai Kepulangan tanggal 30 Maret lalu, dimana mereka menerbangkan layang-layang kertas  atau balon-balon yang membawa bahan yang menyala di bagian ujungnya, sebelum akhirnya mendarat di ladang yang bersebelahan dengan pagar pemisah.

Kerugian Besar

Kemarin, sumber militer “Israel” menjelaskan kepada surat kabar ‘Maariv’ berbahasa Ibrani, bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh layang-layang pembakar ini jauh lebih besar dibandingkan kerugian atau kerusakan akibat perang 2014. Dijelaskannya bahwa kerusakan yang ditimbulkannya melebihi prakiraan politis dan strategis, menurut klaim sumber militer tersebut.

Dijelaskan oleh sumber tersebut yang merupakan salah seorang pejabat militer Penjajah bahwa para penerbang layang-layang kertas ini tahu kapan dan kemana menerbangkannya, serta keberhasilan mereka dalam mengarahkan layang-layang itu di udara dengan hati-hati. Inilah yang menyebabkan kerugian yang masih juga belum berakhir di pemukiman Zionis yang dekat dari Jalur Gaza.

Meskipun senjata ini nampaknya menjadi bahan olok-olok dan konyol, jika dibandingkan dengan kecanggihan senjata jenis jet tempur Falcon F-16 dan tank-tank besar “Israel”, namun senjata sederhana ini demikian efektif luar biasa. Menurut pihak berwenang “Israel”, ada sekitar 1.000 hektar ladang garapan yang subur dan cagar alam telah berubah menjadi abu dalam beberapa minggu terakhir, menyebabkan kerusakan lebih dari dua juta euro.

Nilai kerugiannya juga dijelaskan oleh Menteri Perang, Avigdor Lieberman, yang baru-baru ini mengatakan bahwa ada sekitar 600 layang-layang kertas pembakar yang diterbangkan dari Jalur Gaza yang dihadapi oleh militer Penjajah. 400 layang-layang itu telah menyebabkan 200 titik kebakaran di lahar seluas 9.000 dunim terdiri dari lahan pertanian dan hutan. Dan angka ini meningkat secara signifikan dalam beberapa hari teakhir ini bersamaan dengan meningkatnya keahlian para penerbang layang-layang dan balon-balon tersebut.


20 Layang-layang P
er Hari

Surat kabar berbahasa Ibrani  “Yediot Ahronot”, mengatakan dalam sebuah laporan pekan lalu: rata-rata layang-layang pembakar yang diterbangkan dari Jalur Gaza telah telah meningkat dari 10 menjadi 20 layang-layang per hari. Ini menyebabkan peningkatan tajam dalam volume wilayah pertanian yang terbakar di pemukiman Zionis “Gilav Gaza” .

Sebuah laporan dari Channel-2 “Israel” awal bulan ini memperkirakan, volume lahan pertanian yang berhasil dibakar oleh “pesawat primitif ini” sekitar seperempat dari semua lahan pertanian di sepanjang perbatasan Jalur Gaza yang terkepung.

Laporan yang dikutip dari walikota Negev Barat, Danny Ben David bahwa “layang-layang kertas pembakar ini telah menyebabkan kerusakan ribuan dunim yang setara dengan ratusan ribu shekel “Israel””, dan dia menggambarkan kerugian ini sebagai “perang nyata,” yang menurutnya: “militer  Israel tidak memiliki cara apapun untuk menghadapinya.”

Sabtu lalu media-media “Israel” melaporkan bahwa “Pesawat-pesawat tersebut” tiba untuk pertama kalinya di Negev Barat, yang berjarak 16 kilometer dari Jalur Gaza, Itu merupakan jarak tempuh yang sebelumnya dicapai oleh roket-roket gerakan perlawanan Palestina yang sempat ditangkis oleh “kubah besi” milik penjajah Zionis.

Gelombang kerugian ini terus mencapai hingga ke peternakan lebah. Menurut surat kabar berbahasa Ibrani “Yisrael Hayum”, pada hari Selasa, bahwa ada 100 sarang lebah “Israel” di daerah “Gilav  Gaza” yang mengalami kerusakan akibat dari layang-layang pembakar.

Surat kabar itu mengatakan: Sarang-sarang itu dijadwalkan memberikan hasil panennya dalam dua bulan terakhir dengan nilai produksi sekitar 3-5 ton madu, tapi disebabkan oleh kebakaran yang terjadi, maka produksinya mengalami kerugian hingga ratusan ribu shekel.

Perlu dicatat bahwa sebagian besar permukiman Zionis yang berdekatan dengan Jalur Gaza, pada dasarnya adalah areal pertanian, dengan lahannya yang sangat luas dan mudah disulut oleh api kebakaran secara cepat. Ini menyebabkan Penjajah menderita kerugian yang jelas sejak munculnya “pesawat pembakar ini” di langit Jalur Gaza. (i7)

——

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 19/06/2018 – 03:01:58 siang.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *