Guatemala Namakan Jalan-jalannya dengan Kota-kota “Israel”

Sebuah kota di Guatemala akan menamakan semua jalan-jalannya dengan nama-nama di “Israel” untuk menunjukkan dukungannya kepada negara Yahudi pasca keputusan Paraguay untuk menarik kembali kedubesnya ke to Tel Aviv.

Puerto Barrios, terletak di pesisir timur Guatemala, menetapkan langkah bulat untuk menamakan semua jalan-jalan di kota itu dengan nama-nama kota dan komunitas di “Israel”. Walikota Puerto Barrios, Licenciado Hugo Sarceño, menjelaskan langkah tersebut dengan mengatakan: “Kami meyakini bahwa setiap orang yang menolong negara Israel akan diberkati oleh Tuhan. Kami adalah pendukung berat negara Israel, kami mencintai warga negara “Israel” dan tertarik dengan kerjasama yang erat antar negara kami. Hubungan ini tidak sebatas antar pemerintahan, tapi antara rakyat kedua belah negara,” demikian seperti dilansir oleh Jerusalem Post.

Sarceño mengumumkan hal tersebut saat mengunjungi “Israel” bersama delegasi tingkat tinggi dari kota Guatemala, yang tujuannya adalah untuk memperkuat hubungan kedua negara dan menarik investasi “Israel” di bidang infrastruktur, transportasi dan pertanian di Guatemala. Selama kunjungan itu, Sarceño bertemu dengan Haim Bibas, walikota Modi’in Macabim Re’ut, sebuah kota yang terletak di sebelah timur Lod (Lydda). Sebagian dari Modi’in Macabim Re’ut secara internasional tidak diakui sebagai bagian dari “Israel”, karena terletak di luar tanah tak bertuan yang disepakati menurut Perjanjian Gencatan Senjata 1949 dengan Yordania. Bagian timur kota ini dijajah oleh Israel selama Perang Enam Hari tahun 1967, bersama dengan Yerusalem, Tepi Barat, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan.

Langkah untuk mengganti nama jalan-jalan Puerto Barrios dibuat setelah pengumuman pada hari Rabu bahwa Paraguay akan menarik kembali kedutaannya ke Tel Aviv dari Yerusalem. Palestina mengatakan bahwa Menteri Luar Negerinya, Riyad Al-Maliki, telab bertemu dengan Menteri Luar Negeri Paraguay, Marito Abdo, dua pekan lalu dan memuji perubahan pandangan Paraguay sebagai “prestasi baru diplomasi Palestina “.

Sebagai balasan atas relokasi tersebut, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan penutupan kedutaan Israel di Paraguay. Abdo menyebut reaksi Israel “tidak proporsional,” sambil membela keputusannya sebagai bagian dari upaya untuk mendukung secara “luas, perdamaian yang bekelanjutan dan adil” di antara warga Israel dan Palestina.

Pada bulan Mei lalu, Guatemala juga telah memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem dan mengakui kota itu sebagai ibu kota “Israel”, mengikuti jejak keputusan Presiden AS Donald Trump. Netanyahu bergabung dengan Presiden Guatemala Jimmy Morales pada upacara pembukaan, mengatakan: “Bukanlah suatu kebetulan bahwa Guatemala membuka kedutaannya di Yerusalem dua hari setelah Amerika Serikat. Anda selalu di antara yang pertama. ” Netanyahu mengacu pada fakta bahwa Guatemala adalah negara kedua, setelah Amerika Serikat yang mengakui Negara Israel pada bulan Mei 1948.

Setelah langkah pemindahan kedutaan tersebut, hubungan Liga Arab dengan Guatemala menjadi memburuk dan Liga Arab bertekad mengambil langkah-langkah politik dan ekonomi yang sesuai terhadapnya. Juru bicara Liga Arab, Mahmoud Afif, menambahkan pemindahan kedutaan ini “adalah pelanggaran yang menyolok terhadap hukum internasional dan resolusi PBB dan itu mengancam perdamaian internasional.” (i7)

———————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit 07/09/2018 – 12:47 siang.

 

 

 

, ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *