Gerbang Rafah Terus Ditutup di Hari Ketiga

Kementrian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional di Gaza menegaskan, tidak ada perkembangan baru terkait gerbang perlintasan Rafah, di perbatasan Gaza-Mesir, yang ditutup sejak Jum’at pagi lalu.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Jum’at (17/5) pagi anggota kepolisian Mesir menutup secara tiba-tiba gerbang Rafah, menyusul terjadinya penculikan 4 rekan mereka dan 3 calon tentara Mesir di semenanjung Sinai oleh “kelompok bersenjata”, yang menuntut pembebasan anggota keluarga mereka yang dihukum mati di penjara Mesir.

Di depan gerbang utama Rafah, masih ada puluhan musafir yang berharap diakhirinya krisis perlintasan ini dan berharap bisa melakukan perjalanan ke luar Jalur Gaza. Sementara itu para musafir lainnya yang ada di sisi gerbang Mesir mereka tinggal di rumah-rumah kerabatnya atau di hotel di kota pantai al Arish, Mesir.

Gerbang perlintasan darat Rafah merupakan jalan satu-satunya bagi warga Jalur Gaza untuk ke dunia luar. Terjadi kemudahan besar untuk perjalanan dari dan ke Jalur Gaza sejak revolusi Mesir 25 Januari 2011 lalu.

Pihak Keamanan Dalam Negeri Gaza pada Sabtu, kemarin, memperketat keamanan di perbatasan dengan Mesir setelah penculikan ketujuh anggota polisi dan militer mesir di dekat al Arish. Pihaknya menyatakan siap bekerjasama dengan keamanan Mesir untuk membantu mengungkap benang kejahatan penculikan polisi dan tentara Mesir serta menangkap para pelakunya. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *