Foreign Policy: Beginilah Cara Washington Menyelesaikan Masalah Pengungsi Palestina

PM Palestina Mahmud Abbas berjumpa menantu Presiden Trump, Jared Koucher Agustus 2017 (Getty)

Presiden AS Donald Trump dan sekutunya di Kongres berusaha untuk melucuti jutaan warga Palestina dari status mereka sebagai “pengungsi” di Timur Tengah dan menarik kasus mereka dari meja perundingan antara “Israel” dan Palestina. Sementara Jared Kouchner (menantu Trump) diam-diam mencoba untuk menghancurkan Badan Bantuan PBB bagi Pengungsi Palestina (UNRWA).

Hal ini dilaporkan dalam laporan eksklusif yang diterbitkan oleh majalah Foreign Policy AS, mengungkap surat-surat Kouchner yang menyerukan “upaya tulus” untuk menghalangi kerja UNRWA

Majalah itu menunjukkan bahwa ada dua RUU dihadapan Kongres sekarang yang membahas masalah “UNRWA” dan pengungsi Palestina.

 

Kampanye Melawan “UNRWA

Kouchner menggambarkan UNRWA di dalam salah satu suratnya kepada sejumlah pejabat senior AS pada 11 Januari –dimana terdapat di dalamnya  perwakilan Trump bagi Perdamaian Timur Tengah Jason Granblatt –  bahwa UNRWA adalah adalah lembaga yang korup dan tidak efisien, mempertahankan status quo dan tidak membantu proses perdamaian.

Majalah itu mengatakan bahwa para pengkritik UNRWA memandang lembaga ini sebagai bagian dari infrastruktur internasional yang dipertahankan secara artifisial di atas isu pengungsi Palestina yang hidup, dan harapan rakyat Palestina yang ada di pengasingan bahwa mereka suatu hari nanti akan pulang kembali ke rumah mereka, satu sudut pandang dimana Israel dikesampingkan sepenuhnya.

Para pengkritik terhadap UNRWA menjelaskan secara khusus terkait kebijakan lembaga ini di dalam memberikan “status pengungsi” bukan kepada mereka yang lari dari Palestina sesuai mandat sebelum 70 tahun lalu, tapi kepada anak-anak mereka dan cucu-cucu mereka juga. Oleh karena itu jumlah pengungsi Palestina saat ini mencapai sekitar lima juta yang kira-kira sepertiga dari mereka hidup di kamp-kamp pengungsian di Yordania, Lebanon dan Suriah Tepi Barat dan Jalur Gaza.

 

Lintas Batas Generasi

Jubir kedutaan Israel di Washington Elad Stohmayer mengatakan bahwa pemerintahnya ingin menghabisi UNRWA karena memandang lembaga ini sebagai organisasi yang bekerja melawan Israel secara politis dan mengabadikan masalah pengungsi Palestina. Menurutnya, hanya Palestina satu-satunya bangsa di dunia yang mampu mewarisi “status pengungsi” melintasi beberapa generasi.

Foreign Policy memberikan catatan bahwa upaya untuk memincangkan atau membubarkan UNRWA oleh administrasi Trump menunjukkan bahwa Washington kembali mengubah persyaratan masalah pengungsi untuk kepentingan Israel, sebagaimana yang telah dilakukannya dengan masalah penting lainnya saat dia mengakui Yerusalem sebagai ibukota “Israel”.

Majalah tesebut menukil pendapat para pejabat Palestina  yang menyatakan bahwa Kouchner telah menekan pimpinan Yordania – dalam kunjungannya ke ibukota Amman pada bulan Juni lalu – agar mencabut satus pengungsi kepada lebih dari dua juta orang Palestina yang terdaftar di Yordania supaya tidak ada alasan bagi UNRWA untuk bekerja di kerajaan itu.

.

Pemukiman dan Pendanaan

Anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), Hanan Ashrawi, membenarkan bahwa Kouchner telah mengatakan, pemukiman bagi orang-orang Palestina harus dilakukan di negara-negara tuan rumah dimana mereka berada sekarang, dan agar pemerintah di negara-negara tersebut mengurusi tugas yang dijalankan oleh UNRWA dan negara-negara Teluk yang kaya raya agar menutupi biaya proyek ini di Yordania.

Di dalam Amerika Serikat sendiri, rencana ini mendapatkan penentangan dari dua kementerian yaitu Kemenlu dan Kemenhan Pentagon dan komunitas intelijen karena takut akan memicu kekerasan di wilayah tersebut

Di Kongres, ada undang-undang yang membatasi bantuan bagi pengungsi yang asli, dimana sebagian besar bantuan PBB yang tersisa akan diserap oleh Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID). Ini juga mengharuskan Menteri Luar Negeri untuk bersaksi pada 2020 bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa telah mengakhiri pengakuan sebagai pengungsi bagi anak-anak dan keturunan para pengungsi Palestina yang asli.

————————————–

Sumber: www.aljazeera.net, terbit 04/08/2018.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *