Film Gaza Menangkan "Film Dokumenter Terbaik" di Paris

Klik link video berikut: https://web.facebook.com/AsiaPacificCommunityForPalestine/videos/346583972613118/

 

Sebuah film dokumenter yang mengisahkan keluarga Palestina di Jalur Gaza berhasil memenangkan penghargaan Film Pers Asing Paris sebagai “film dokumenter terbaik” pada Senin malam (4/2).

Film tersebut menampilkan keluarga Palestina di Gaza yang anggota keluarganya banyak terbunuh oleh tentara Israel dalam sebuah insiden selama perang 2009 di wilayah itu.

Bertajuk “Samouni Road,” film yang digarap oleh sutradara kenamaan Italia, Stefano Savona, meneliti apa yang disebut insiden Zeitoun, yang terjadi selama invasi darat Israel.

Savona menghabiskan 9 tahun untuk mencoba menyatukan apa yang terjadi ketika sebuah komunitas pertanian di utara Jalur Gaza dihancurkan oleh pasukan khusus Israel. Sebuah insiden yang menewaskan 29 warga sipil yang sebagian besar berkoloni di satu rumah.

Savona mengatakan bahwa film garapannya ini bukan “reportase atau propaganda” tetapi ujian terhadap “rasa sakit dan ketahanan” rakyat Gaza yang berusaha membangun kembali kehidupan mereka.

Dan pada hari Sabtu sebelumnya (2/2) di Penghargaan Film Nasional Goya di Spanyol, film lain tentang “Gaza” juga memenangkan film dokumenter pendek terbaik.

Film berdurasi 18 menit ini merefleksikan kesulitan warga Palestina yang tinggal di daerah pesisir pantai dan menggambarkan kehancuran di Jalur Gaza setelah perang Gaza-Israel 2014.

Film ini memang dibuat sedemikian rupa sebagai pertentangan akan tindakan dan kebijakan Israel atas rakyat Gaza.

Setelah memenangkan hadiah, sutradara Julio Perez del Campo mempersembahkannya untuk “mereka yang menderita akibat terorisme Zionis” dan menyerukan perlawanan terhadap “apartheid Israel” dan pemboikotan Kontes Lagu Eurovision di Tel Aviv.

Sejak Israel mengevakuasi permukimannya dari Gaza pada 2005, dan Hamas mengambil alih kendali wilayah itu pada 2007, Hamas dan IDF telah bertempur dalam 3 perang yang menghancurkan segalanya, pada 2008-2009, 2012 dan 2014.

Israel berdalih bahwa mereka hanya mentargetkan kepada “teroris” dan kelompok bersenjata. Meski faktanya, ratusan warga sipil juga terbunuh. Rakyat Palestina telah berulang kali menuduh Israel melakukan kejahatan perang, sementara Israel mengatakan pasukannya melakukan yang terbaik untuk menghindari kerugian terhadap warga sipil ketika membela komunitas Israel. (LB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *