Facebook Hapus Situs Berita Palestina


Mark Zuckerberg, CEO Facebook pada 23 Juli 2008 [Brian Solis/briansolis.com]

Facebook pada hari Rabu (09/10) menghapus halaman Pusat Informasi Palestina (PIC) dalam satu langkah, menurut situs berita itu, yang merupakan bagian dari perangnya terhadap konten Palestina di jaringan media sosial.

Pengelola situs tersebut mengatakan Facebook tidak memberikan peringatan lebih dahulu sebelum menghapus halaman itu, yang telah memiliki hampir lima juta pengikut, tanpa ada alasan pembenaran.

Mereka meminta Facebook untuk mengaktifkan kembali halaman itu dan menghentikan aksinya memerangi konten Palestina, dengan mengatakan mereka telah menentang larangan itu.

Pusat Informasi Palestina (PIC) sebelumnya pernah ditangguhkan dari melakukan posting  di Facebook pasca raksasa media sosial itu menutup akun beberapa direkturnya. Anggota pengelolanya juga menyaksikan akun-akun mereka dihapus dan dimusnahkan.

Pemblokiran halaman PIC datang sebagai bagian dari kampanye ekstensif dalam beberapa pekan terakhir yang menyasar banyak platform media sosial Palestina.

Pusat Informasi Palestina didirikan pada Desember 1997 dalam bahasa Arab, sebagai situs berita pertama Palestina, yang didedikasikan untuk mengadvokasi perjuangan Palestina dan konflik bangsa Arab dengan penjajah Zionis. Ini adalah media yang bias mendukung hak-hak rakyat Palestina dan situs-situs suci mereka dan hak legal mereka dalam melawan penjajah dengan semua cara yang sah dan dijamin secara internasional. PIC adalah satu-satunya situs Palestina yang menyiarkan materi dalam delapan bahasa.

Awal pekan ini, para jurnalis dan aktivis di Palestina meluncurkan kampanye media sosial melawan sensor Facebook terhadap konten Palestina.

Dengan menggunakan tagar FBblocksPalestine, aksi ini diharapkan dapat mengungkap “ancaman yang ditimbulkan oleh Facebook terhadap konten Palestina, dan untuk menjadikannya terbuka kepada halayak luas, serta mengungkapkan kebijakan standar ganda manajemen Facebook dalam menyikapi isu Penjajah Zionis dan Palestina di situsnya.  ”Kata Eyad Rifai, kepala Pusat Sosial Sada yang menjalankan aksi ini. (i7)

——————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 11 Oktober 2019 pukul 15:00.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *