Erdogan: Israel Negara Penjajah dan Teror

aspacpalestine.com – Sivas. Israel adalah sebuah negara penjajah dan menggunakan teror terhadap orang-orang Palestina, ujar Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Ahad (10/12/2017).

Pernyataan tersebut disampaikan saat pembukaan upacara proyek pembangunan yang diadakan di pusat kota Turki, Sivas. “Palestina berada di bawah penjajah sejak 1947”, ujar Erdogan. “Israel adalah sebuah negara penjajah, sebuah negara teror”, Tegasnya.

“Deklarasi Trump terkait Al-Quds sebagai ibukota Israel adalah tidak sah dan tidak berlaku untuk kami”, tambahnya. Dia menegaskan bahwa deklarasi AS adalah upaya untuk merusak perdamaian dan keamanan di dalam wilayah tersebut.

“Deklarasi Al-Quds sebagai sebuah ibukota dan relokasi Kedutaan tidak mempunyai legalitas bagi kami”, katanya.

Pemimpin Turki tersebut menunjukkan bahwa deklarasi AS telah mengabaikan resolusi keamanan PBB tahun 1980. Resolusi ini ditandatangi oleh AS dan mengecam pencaplokan Israel terhadap Al-Quds. Resolusi 478 menyerukan anggota negara Dewan Keamanan menarik misi diplomatik mereka dari Al-Quds dan menyebutkan bagian timur kota Al-Quds merupakan “wilayah yang berada dibawah penjajahan”.

“Trump berusaha untuk bergerak ke depan dengan mengatakan ‘bahwa disana kita pergi dan aku telah melakukan itu dan itu telah selesai,” kata Erdogan mengulangi perkataan Trump. “Saya meminta maaf tetapi… menjadi kuat tidak memberikan anda hak yang seperti itu.”

Erdogan menyerukan untuk sebuah pertemuan negara Muslim di Istanbul pada tanggal 13 Desember. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mendiskusikan keputusan Trump tersebut.

 

Sumber: middleeastmonitor.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *