Video – Jumat “Dari Gaza ke Haifa”: Satu Wanita Syahid, Lebih Dari 100 Terluka


Seorang wanita warga Palestina telah gugur syahid dan puluhan orang lainnya menderita luka-luka, sore hari Jumat (01/06) dalam serangan yang dilancarkan Penjajah Zionis terhadap para peserta Aksi Jumat “Dari Gaza ke Haifa – Kesatuan Darah dan  Nasib Bersama” yang merupakan bagian Aksi Pawai Kepulangan Akbar di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza.

Menurut Kementerian Kesehatan, Razan Ashraf, Al-Najjar, gadis berusia 21 tahun ini, telah gugur syahid setelah ditembak oleh tentara Israel di timur Khan Yunis. Dan seratus orang lainnya mengalami luka-luka yang empat puluh orang diantaranya akibat tekena tembakan di timur Jalur Gaza.


Foto Paramedis atau perawat Razan Al-Najjar

Koresponden “Pusat Informasi Palestina” mengatakan bahwa pasukan Penjajah Israel menembaki para demonstran yang masuk ke kamp pengungsi di timur kota Gaza, melukai tiga pemuda dengan kondisi luka beragam.

Di Khan Younis, sumber-sumber lokal melaporkan, warga wanita tua terkena bom gas di kepalanya yang kemudian dibawa ke rumah sakit. Tak lama setelah itu korban kedua jatuh terkena bom gas di dadanya dari warga daerah yang sama.

Sumber-sumber media Palestina melaporkan bahwa terus menerusnya terjadi pengangkutan korban menuju rumah sakit, dimana bentrokan pecah antara demonstran dan pasukan penjajah di sepanjang jalur kawat pengaman.

Demonstran di Kota Gaza timur mampu menarik sebagian dari pagar kawat pemisah dan menarik beberapa peralatan dan sensor elektronik milik Penjajah Zionis.

Sebelum maghrib, pasukan Penjajah kembali menembaki para demonstran dengan bom gas yang tebal di timur Kota Gaza, yang menyebabkan puluhan orang tecekik lemas, termasuk salah seorang tokoh Hamas Dr. Mahmoud Abu Zahar.

Ribuan orang pergi ke kamp pengungsian di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza untuk turut serta  dalam Jumat kesepuluh dari Pawai Kepulangan Akbar yang  dinamai “Dari Gaza ke Haifa.”

Para demonstran mulai membakar ban karet  di kamp-kamp di sepanjang perbatasan Jalur Gaza, dalam upaya untuk mengaburkan visi penembak jitu pendudukan, sementara para pemuda terus mengirim layang-layang pembakar  menuju wilayah-wilayah terjajah, yang menyebabkan kebakaran di banyak semak-semak wilayah jajahan.

Pawai Kepulangan Akbar telah dimulai sejak tanggal 30 Maret lalu. Dengan melakukan aksi demonstrasi di sepanjang perbatasan timur Gaza, untuk mencapai tuntutan yang utamanya hak kepulangan kembali sesuai resolusi PBB-194, dan memecahkan blokade yang diberlakukan di Jalur Gaza. Jumlah total korban yang gugur sebagai syahid telah mencapai 127 orang, dan 13 ribu lainnya terluka, termasuk 300 dalam kondisi gawat. Sementara pada tanggal 14 Mei lalu,  yang disebut Aksi “Kepulangan Jutaan dan Memecahkan Blokade,” dimana ratusan ribu orang berbaris di sepanjang perbatasan, dan pasukan pendudukan melakukan pembantaian terhadap para peserta aksi tersebut hingga mengakibatkan 65 orang syahid dan hampir tiga ribu lainnya terluka.

Sebuah pernyataan dari Komite Tertinggi Pawai Kepulangan : “Kami salut dengan ketabahan rakyat kita di dalam yang telah tabah sejak tahun 1948. Dan berangkat dari kesatuan darah dan kesatuan tujuan dan kesatuan jalan dan nasib, kami mengumumkan bahwa Jumat berikutnya pada 01/06/2018, adalah hari Jumat” dari Gaza ke Haifa – Kesatuan Darah dan Nasib Bersama”.

Sekitar dua minggu lalu, dalam demonstrasi di Haifa, setidaknya dua demonstran ditangkap, tujuh lainnya harus menjalani perawatan medis.

Media Israel melaporkan persiapan pasukan Penjajah Israel, hari Jumat ini, untuk terus menindas aksi Pawai Kepulangan dan Pemecah Blokade.

Surat kabar “Haaretz” mengatakan bahwa dengan latar belakang gencatan senjata yang terakhir diumumkan, militer “Israel” mulai menyadari bahwa Hamas membedakan antara “ketegangan keamanan” di selatan, dan antara demonstrasi di sepanjang pagar perbatasan.

Seorang perwira militer dalam Komando Selatan Penjajah Zionis, pada hari Kamis, mengatakan bahwa kebijakan penjajah di sepanjang perbatasan tidak berubah, dan “tidak akan membiarkan para demonstran menyeberangi pagar perbatasan.”

Di sisi lain, kekuatan pribumi di Haifa menyerukan demonstrasi solidaritas dan kemarahan dengan Jalur Gaza, pada hari Jumat. Dengan tema “dari Haifa ke Gaza – Kesatuan Darah dan Nasib Bersama “, menyerukan kekuatan pribumi untuk menggalang solidaritas dan kemarahan, bersamaan dengan pengumuman Komisi Nasional Tertinggi untuk Pawai Kepulangan Akbar di Gaza, bahwa demonstrasi dan aksi Jumat depan akan menjadi penghormatan buat Haifa.

Dalam teks undangan, yang dimuat dalam halaman facebook “Hurrok Haifa “, bahwa demonstrasi ini merupakan “sambutan atas penghormatan Gaza” dan ini dilakukan untuk menegaskan hak kepulangan kembali, memecahkan blokade, dan identitas Arab dan Islamnya Yerusalem.
Demonstrasi  berlangsung pada hari Jumat pukul 9 malam di lapangan “Basil Al-A’waj” di jalan  Ben-Gurion Street di Haifa. (i7)

————–

Sumber: www.arab48.com, terbit: 01/06/2018 – 19:33.

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *