Ribuan Orang Berpawai Dukung Palestina di London


Ribuan orang berpawai di pusat kota London pada hari Sabtu (11/05/2019) untuk memperingati Peristiwa (Tragedu) Nakba yang ke-71, yang tahun ini bertepatan dengan rencana bagi sebuah kesepakatan baru yang akan melikuidasi permasalahan Palestina.

 Demonstrasi ini diselenggarakan oleh PFB (Forum Palestina di Inggris), PSC (Kampanye Solidaritas Palestina), MAB (Asosiasi Muslim Inggris),  dan STW (Kampanye Hentikan Perang).

“Bebaskan Palestina”, dan “Akhiri Pengepungan di Gaza” teriak para peserta pawai, sambil membawa poster-poster yang mendukung Palestina.

Prosesi dimulai di Portland Place dan pengunjuk rasa berpawai melalui Oxford Circus dan Trafalgar Square hingga mencapai Downing Street di mana kantor-kantor pemerintah berada.

Duta Besar Palestina untuk Inggris, Husam Zomlot, menegaskan penolakan sepenuhnya rakyat Palestina dan para pemimpin mereka terhadap semua hal yang telah bocor tentang “kesepakatan abad ini” yang amat mencurigakan.

Ketua PFB, Hafiz Al-Karmi, kembali menyerukan kepada Pemerintah Inggris untuk meminta maaf atas kesalahan historis Deklarasi Balfour dan untuk bekerja demi perlindungan terhadap rakyat Palestina di tanah kelahiran mereka yang terjajah.

Ikon perlawanan Palestina, Ahed al-Tamimi terlihad berada di antara para demonstran. Gadis 17 tahun ini ditangkap pada akhir tahun 2017 oleh otoritas ‘Israel’ dan kemudian dijatuhi hukuman penjara delapan bulan karena “menyerang” seorang tentara ‘Israel’. “Kami tidak akan jadi korban! Kami akan terus melawan! “Kata Tamimi.

Juru bicara PFB, Adnan Humaidan, meminta Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk berhenti mempersenjatai dan mendukung penjajahan sambil menutup mata terhadap kejahatannya seperti pembunuhan bayi Saba Abu Arrar dan ribuan anak-anak Palestina sebelumnya.

Para demonstran membawa poster-poster yang menentang Presiden Amerika, Donald Trump, dan rencananya yang mencurigakan terhadap rakyat Palestina dan menyerukan dukungan bagi gerakan BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi).

Pemegang kewarganegaraan Inggris-Palestina lainnya, Haneen Khalil, berbicara atas nama OLIVE for Palestinian Youth. Dia menekankan penolakannya atas perundingan dengan ‘Israel’ sebelum negara Zionis itu menyetujui hak kepulangan bagi seluruh pengungsi Palestina.

Pimpinan Partai Buruh Jeremy Corbyn juga mendukung pawai ini di Twitter.
“Kami tidak bisa diam membisu atau tetap berdiam diri terhadap penolakan yang terus-menerus atas hak dan keadilan bagi rakyat Palestina,” tulis Corbyn.

—————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 12/05/2019, jam: 08:02 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *