’Proyek Wisata’ Baru Hubungkan Silwan – Baitul Maqdis Barat Dikelola Pemukim Yahudi



Ada “ledakan baru-baru ini” dalam proyek ‘pariwisata’ ​​yang dijalankan pemukim Yahudi di sekitar Kota Tua Baitul Maqdis (Yerusalem) dimana itu akan menghubungkan bagian baratnya dengan bagian Timurnya yaitu Silwan yang dijajah, demikian seperti dilansir oleh lapor LSM Ir Amim pada hari Selasa (25/06).

Menurut organisasi itu, perkembangan kecil dalam “proyek-proyek penataan pariwisata” adalah bagian dari “mengintensifkan kegiatan sabuk pemukiman di dan sekitar Kota Tua”.

“Mengaburkan Garis Hijau “, Ir Amim menambahkan, “proyek-proyek ini sedang berjalan di daerah sekitar kereta gantung yang rencananya baru-baru ini disetujui”.

Bersamaan dengan itu, pengembangan ini ini akan “menciptakan hubungan yang lebih mulus antara Baitul Maqdis (Yerusalem) dan khususnya Silwan dan mengalihkan lalu lintas wisata dari rute biasanya melalui Jaffa dan Gerbang Damaskus”.

Proyek ini dikelola oleh pemukim Yahudi, dan mendapat dukungan dari penjajah Zionis. Proyek-proyek yang disorot oleh Ir Amim ini termasuk sebuah ‘pusat kebudayaan’ baru yang dijalankan oleh kelompok pemukim Yahudi sayap kanan Elad, “berlokasi strategis di antara lingkungan Palestina di At-thuri dan Silwan di sepanjang perbatasan antara Baitul Maqdis bagian barat dan timur ”.

Sementara itu, Kotamadya Baitul Maqdis (Yerusalem) baru-baru ini membangun kawasan pejalan kaki yang menghubungkan Cinemateque Baitul Maqdis, sebuah bangunan kebudayan yang terkenal di Baitul Maqdis bagian barat, yang secara langsung menghubungkan ke kompleks baru Elad di Baitul Maqdis yang dijajah. “Dana masyarakat telah diinvestasikan dalam proyek ini yang akan mengarahkan warga negara penjajah Zionis yang tidak sadar dan dan juga turis-turis ke pusat kebudayaan dan seni yang dimiliki dan diatur manajemennya oleh sebuah organisasi pemukiman Yahudi nasional,” demikian seperti dikatakan Ir Amim.

“Sebagai sarana untuk lebih memperketat rangkaian kegiatan permukiman (Yahudi) di sekitar Kota Tua dan sekitarnya”, LSM tersebut mengatakan, “perkembangan yang disebutkan di atas adalah bagian tak terpisahkan dari langkah-langkah yang digunakan untuk memfasilitasi akses mulus dan menarik dari Baitul Maqdis (Yerusalem) bagian barat menuju ke titik-titik pemukiman (Yahudi) yang bertebaran di seluruh Silwan ”.

Selain pengusiran dan penggusuran warga Palestina secara terus-menerus, yang berjalan berbarengan, Ir Amim memberikan catatat terbaru bahwa “penyitaan tanah milik individu warga Palestina dengan tujuan yang diakui untuk mempercantik juga “dimaksudkan untuk melayani masyarakat penjajah Zionis yang diproyeksikan untuk mengunjungi komplek baru Elad dan kemungkinan mengarah pada aktivitas pemukim tambahan di daerah tersebut ”. (i7)

———–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 26 Juni 2019 pukul 10:48 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *