Penjajah Zionis Tangkap 17 Warga di Tepi Barat dan Baitul Maqdis

Ramallah – Pada hari Ahad pagi (23/06), pasukan penjajah Zionis melancarkan kampanye penangkapan besar-besaran terhadap warga Palestina di Tepi Barat dan Baitul Maqdis (Yerusalem) yang dijajah.17 orang warga menjadi sasarannya, termasuk anak-anak dan tahanan yang telah dibebaskan.

Sebuah pernyataan oleh pihak militer penjajah Zionis menjelaskan bahwa 7 warga Palestina yang mereka sebut sebagai ‘buron’ dari berbagai daerah di Tepi Barat ditangkap dengan tuduhan melakukan kegiatan yang berkaitan dengan perlawanan terhadap tentara dan pemukim Yahudi.

Pihak militer menyatakan dalam pernyataannya bahwa sebuah senjata ditemukan selama operasi pennggeledahan rumah-rumah warga Palestina di kota Yamoun, barat laut kota Jenin (sebelah utara Tepi Barat).

Sumber-sumber lokal Palestina menyatakan bahwa pasukan penjajah Zionis telah menangkap 3 orang anak-anak dari kota Betlehem Atha Huraimi (17 tahun), Tamer Awad (17 tahun), Mustapha Musa Hijazi (17 tahun), dan yang keempat dari tenggara kota Taqou’a;  Riad al-Amour (15 tahun).

Pada Ahad dini hari, pasukan penjajah Zionis menyerbu kota Al Yamoun, sebelah barat Jenin, dan menangkap seorang tahanan yang telah bebas dan menggeledah rumahnya.


Sumber-sumber lokal menjelaskan kepada koresponden PIP (Pusat Informasi Palestina) bahwa sejumlah kendaraan militer menyerbu Al Yamun dari jalan utama dan menyerbu rumah tahanan yang telah bebas Raed Salah Abu Hassan, menggeledah dan menangkapnya.

Sumber-sumber tersebut menambahkan bahwa pasukan penjajah Zionis telah mendirikan pos pemeriksaan militer di jalan raya Jenin – Haifa dan memberhentikan sejumlah kendaraan dan menggeledahnya.


Di kota Baitul Maqdis (Yerusalem), pasukan penjajah Zionis menangkap 10 warga Palestina, tiga dari Kota Tua dan 7 dari desa Al-Issawiya, sebelah timur laut kota Baitul Maqdis yang dijajah.


Pasukan penjajah Zionis menyerbu kota Tell di sebelah barat Nablus, dan menyampaikan instruksi kepada tahanan yang telah bebas Jafar Rihan dan seorang pemuda bernama Harith Mohammed Ramadhan, agar menjumpai intelejennya di Kamp militer “Huara” sebelah selatan kota itu.

Patut dicatat bahwa pernyataan dari penjajah Zionis tidak menyebutkan penangkapan yang terjadi di kota Baitul Maqdis (Yerusalem) yang diduduki, dan hanya menyebutkan penangkapan yang terjadi di Tepi Barat saja.


Penyerangan dan penangkapan yang dilancarkan oleh pasukan penjajah Zionis terjadi setiap malam, yang meliputi berbagai provinsi di Tepi Barat dan kota Baitul Maqdis (Yerusalem). Selama operasinya dilakukan penggerebegan ke rumah-rumah warga Palestina dan mengacak-acak isi rumah dan menginterogasi warga sipil yang tinggal di dalamnya, lalu menangkap mereka dengan cara yang semena-mena. (i7)


—————-

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Ahad, 23 Juni 2019 pukul 8:58:47 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *