Penjajah Zionis Tahan 200 Anak-anak Dengan Perawatan Kesehatan Minim



Kementrian Urusan Tahanan dan Mantan Napi di Gaza melaporkan kemarin bahwa ada 200 anak-anak Palestina yang ditahan oleh Penjajah Zionis di dalam penjara yang tidak memiliki ketersediaan perawatan kesehatan yang memadai. Mereka bahkan tidak memiliki perlindungan yang memadai untuk membantu menghentikan penyebaran coronavirus Covid-19 pada saat banyak petugas keamanan dan penghuni penjara yang terinfeksi.

Kementerian tersebut menjabarkan hal tersebut dalam sebuah pernyataan untuk memperingati Hari Anak Palestina, yang menekankan perlunya organisasi-organisasi HAM, terutama yang berkonsentrasi khusus pada anak-anak, untuk bertindak sekarang demi melindungi para tahanan anak-anak yang ditahan Penjajah Zionis. Setidaknya dua anak, jelas kementerian itu, telah dikarantina oleh Penjajah Zionis karena mereka telah mengalami kontak dengan petugas investigasi dan tahanan lain yang terinfeksi virus. Masyarakat Palang Merah Internasional didesak untuk campur tangan agar anak-anak tersebut dibebaskan tanpa penundaan.

Dari Januari 2019 hingga akhir bulan lalu, Penjajah Zionis telah menangkap 789 anak laki-laki dan perempuan berusia 12 hingga 18 tahun. Anak-anak yang ditangkap itu telah kehilangan hak-hak mereka yang paling dasar dan menghadapi pengadilan yang tidak adil dan perlakuan secara tidak manusiawi yang melanggar hak-hak dasar mereka.

Puluhan anak-anak tersebut ditangkap di kota Al-Quds setiap hari, kata kementerian itu, lebih dari daerah-daerah Palestina lainnya. Selain dipenjara, mereka ada yang dikurung di rumah mereka dan harus dideportasi dari kota asal mereka dan juga harus membayar denda yang tinggi.

Penjajah Zionis telah menahan sekitar 5.700 orang, termasuk 200 anak-anak, 44 wanita, lima anggota Dewan Legislatif Palestina, 27 jurnalis dan 470 tahanan administratif yang ditahan tanpa dakwaan maupun persidangan. 700 orang diantaranya dalam kondisi sakit-sakitan, 200 lainnya membutuhkan perawatan medis segera.

—————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 6 April, 2020 jam: 09:08 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *