Penjajah Zionis Setujui Pembangunan 7.000 Unit Pemukiman Yahudi di Tepi Barat


Nazareth
– Pemerintah Penjajah Zionis Rabu (06/05) telah menyetujui pembangunan 7 (tujuh) ribu unit pemukiman Yahudi, di selatan Tepi Barat yang dijajah.

Surat kabar berbahasa Ibrani Jerusalem Post melaporkan bahwa Menteri Perang Penjajah Zionis, Naftali Bennett, telah menyetujui pembangunan sekitar 7.000 unit pemukiman di dalam Pemukiman “Efrat” di blok pemukiman “Gush Etzion” yang berada di Tepi Barat yang dijajah.

Langkah eskalasi ini terjadi pada saat Penjajah Zionis  berencana untuk mencaplok sebagian besar Tepi Barat dalam perjanjian dengan pemerintah Amerika, mulai Juli mendatang.

Pemukiman-pemukiman Yahudi tersebut bertentangan dengan semua prinsip internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Meskipun telah diterbitkannya serangkaian resolusi internasional menentang proyek-proyek pemukiman Penjajah Zionis tersebut, dan perintah bagi membongkaran dan penghentian pembangunannya, Penjajah Zionis menolak untuk melakukannya.

Yang paling akhir adalah Resolusi No. 2334 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 23 Desember 2017, yang menyerukan penghentian langsung dan keseluruhan pemukiman Yahudi di Tepi Barat dan kota Alquds atau Yerusalem yang dijajah.

Resolusi 2334 menyatakan bahwa berbagai pemukiman Yahudi di wilayah Palestina yang dijajah sejak 1967, termasuk kota Alquds (Yerusalem) Timur, tidak memiliki legitimasi hukum, merupakan bentuk pelanggaran yang sangat jelas terhadap hukum internasional, dan hambatan penting untuk mencapai solusi dua negara dan perdamaian yang adil, yang menyeluruh dan abadi.

—————–

Sumber: www.palinfo.com, terbit: Rabu 6 Mei 2020 pukul 15:42.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *