Penjajah Tangkap Dua Anak dari Qaryut Nablus

Nablus – Pasukan Penjajah Zionis pada Senin malam (21/09), menangkap dua orang anak-anak dari kota Qaryut, Nablus, di sebelah utara  Tepi Barat.

Sumber lokal melaporkan bahwa pasukan Penjajah Zionis telah menangkap dua orang anak-anak bernama Amr Atallah Hazem (13 tahun) dan Muhammad Saada Khalil (14 tahun), dari kota Qaryut saat mereka sedang berada di Jalan Al-Ain dekat pemukiman “Shilo”.

Pejabat yang bertanggung jawab dalam kasus pemukiman di Tepi Barat utara, Ghassan Douglas, menyatakan bahwa sedang dilakukan upaya bersama Palang Merah Internasional untuk menjamin pembebasan bagi kedua anak-anak yang ditahan tersebut.

Dijelaskannya bahwa jalan Al-Ain telah ditutup sejak pecahnya intifada Al-Aqsa, dan Penjajah Zionis melarang orang untuk melintasinya karena dianggap itu dekat dengan permukiman Yahudi.

Penjajah Zionis dan para pemukim Yahudi senantiasa mengintai keluarga-keluarga yang berasal dari Qaryut yang berusaha untuk meraih kembali tanah mereka dan gigih menghadapi Penjajah Zionis yang telah merebut tanah air mereka

Penjajah Zionis masih terus berusaha untuk mengubah (1.600 dunum) di Qaryut dari Zona (B) menjadi Zona (C), hanya menyisakan 900 dunum Area (B), untuk menggabungkan pos-pos pemukiman kecil dengan pemukiman besar di wilayah tersebut dan menciptakan hubungan geografis di antara mereka, yaitu “Eili, Shivut Rachel, dan Shilo” Untuk memfasilitasi skema aneksasi (perampasan dan penjarahan).

Terdapat 14 blok pemukiman kecil di wilayah tersebut, dan 7 pos pemukiman. Dalam tiga tahun terakhir, Penjajah Zionis telah menyita hampir 2.100 dunum lahan tanah Qaryut.

————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 21 September 2020, jam 21:16.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *