Penjajah Umumkan Buka Kembali Al-Aqsha Rabu Pagi

Yerusalem Jajahan – Otoritas penjajah ‘Israel’ Selasa malam (12/03) mengumumkan akan dibukanya kembali Masjid Al-Aqsa di Yerusalem pada hari Rabu pagi, di hadapan para jamaah shalat, di tengah-tengah situasi semakin meluasnya rakyat Palestina yang terus bertahan di depan pintu-pintu Al-Aqsha sebagai bentuk penolakan terhadap penyerangan yang dilakukan penjajah terhadap masjid yang mulia.

Surat kabar berbahasa Ibrani “Yedioth Ahronoth” mengutip pejabat yang disebutnya sebagai Komandan Polisi ‘Penjajah’ untuk Kota Yerusalem, memerintahkan pembukaan kembali Masjid Al-Aqsa bagi para jamaah shalat dan pengunjung mulai besok pagi (13/03).

Perlu dicatat bahwa ini bukanlah kali pertama Otoritas Penjajah ‘Israel’ menutup Masjid Al-Aqsa, yang saat ini tengah mengalami serangan brutal dari ‘Israel’.

Puluhan warga pribumi Yerusalem tadi malam melaksanakan shalat isya di jalan utama yang mengarah ke Pintu Al-Asbath, di tengah-tengah aksi Penjajah ‘Israel’ yang terus menerus mengunci Masjid Al-Aqsha yang diberkahi.

Menurut koresponden Pusat Informasi Palestina, suara azan shalat isya tidak terdengar berkumandang, dengan dikunci kantor pengurus Masjid Al-Aqsha.

Dia menambahkan bahwa suara-suara keras takbir terus berkumandang di seluruh kota Yerusalem yang dijajah, seperti halnya suara-suara keras yang menyerukan bagi perlindungan terhadap Al-Aqsha dari serangan barbar ‘Israel’.

Sebelumnya, di sore hari ratusan warga Palestina berkerumun di depan Pintu Al-Asbath Masjid Al-Aqsha untuk melaksanakan sholat Ashar dan mengumumkan pertahanan yang kokoh di depan pintunya, sebagai penolakan atas keputusan Komandan Polisi Penjajah untuk menutup pintu-pintu Masjid Al-Aqsha, dan mengusir paksa para pengurus Masjid dan melakukan aksi penyerangan terhadap para jamaah sholat.

Berbagai lembaga keagamaan dan gerakan nasional dan kebangsaan di Kota Yerusalem telah menyerukan bagi dilaksanakannya shalat Ashar dan semua sholat lainnya di Pintu Al-Asbath, meminta penduduk Kota Yerusalem dan Tepi Barat secara umum untuk mengorbankan diri demi menuju Masjid Al-Aqsha, dan mengumumkan pertahanan yang kokoh secara terbuka di sana, setelah penjajah mengambil keputusan untuk penutup pintu-pintunya.

Sementara itu Gerakan Perlawan Islam “Hamas” menyerukan kepada seluruh rakyat Palestina untuk “merangkak menuju Masjid Al-Aqsha”, dan berbuat demi menggagalkan ketetapan Penjajah ‘Israel’ yang menguncinya dan menghalangi jamaah sholat untuk keluar masuk masjid yang menjadi hak penuh mereka.

Hamas di dalam pernyataan mengatakan: “Bangsa kami yang mulia tidak akan membiarkan upaya Zionis untuk memaksakan penerapan realitas baru di Masjid Al-Aqsa, yang merampas kesempurnaan hak kami di dalamnya.”

Masjid Al-Aqsa dan kota Yerusalem belakang ini telah menyaksikan eskalasi ‘Israel’, yang terus meningkat pasca penolakan warga Yerusalem terhadap penutupan Pintu Ar-Rahmah, dan keberhasilan warga dalam membuka pintunya yang dikunci tiga pekan lalu meski berlawanan dengan ketetapan penjajah.

Kemudian setelahnya, pasukan kepolisian ‘Israel’ menyerang para jamaah di Masjid Al-Aqsa setelah kebakaran yang terjadi di kantor polisi ‘Israel’ yang berada di piringan Kubah As-Sakhrah, dan menangkap tidak kurang dari empat orang warga dua diantaranya adalah wanita. (i7)

—————

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 12/03/2019, jam: 08: 10: 06 malam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *