Pengadilan Penjajah Bekukan Penjualan Properti Gereja Kota Baitul Maqdis Kepada Kelompok Pemukim Yahudi

Sebuah Gereja Kristen Orthodoks in Kota Tua dalam Kota Baitul Maqdis pada tanggal 16 September 2013 [Saeed Qaq//Apaimages]

Pengadilan Penjajah Zionis telah membekukan penjualan tiga properti gereja kota Baitul Maqdis kepada kelompok pemukim Yahudi, sebagai tanggapan atas permintaan dari Patriarchate Ortodoks Yunani, demikian seperti dilansir oleh surat kabar Haaretz.

Ateret Cohanim, “sebuah organisasi Yahudi yang terus berupaya meningkatkan eksistensi pemeluk Yahudi di Kota Tua”, mengklaim telah secara sah membeli bangunan-bangunan itu, “yang secara strategis terletak di kota Baitul Maqdis bagian timur”.

Seorang hakim pengadilan tingkat distrik di kota Baitul Maqdis telah mengabulkan permintaan itu kemarin, tetapi, seperti yang dilaporkan Haaretz, “putusan itu tidak dibuat berdasarkan kelayakan atas kasus ini”.

Alih-alih, “itu terjadi karena kegagalan pembayaran setelah tiga perusahaan yang ditunggangi asing yang berafiliasi kepada Ateret Cohanim gagal memberikan tanggapan terhadap mosi gereja sesuai batas waktu yang disyaratkan.”

Hakim juga memerintahkan perusahaan-perusahaan itu untuk membayar 50.000 shekel  (atau sektiar USD 14.400) kepada Patriarka untuk membayar biaya hukum dan biaya pengadilan.

Seperti dilansir Haaretz, “penjualan yang terjadi 14 tahun lalu itu termasuk dua hotel besar: The New Imperial dan the Petra, yang menghadap ke Gerbang Jaffa”, dengan bangunan ketiga yang berada di Christian Quarter.

Pada tahun 2018, hakim yang berbeda telah memutuskan bahwa, meskipun “ada masalah dengan penjualan properti itu, gereja tidak mampu membuktikan bahwa transaksi itu adalah produk suap atau korupsi dan penjualan itu sah.” Pada bulan Juni tahun ini, putusan itu mendapatkan pembenaran dari Mahkamah Agung Penjajah Zionis.

Keputusan akhir itu, seperti yang dicatat Haaretz, “membuka jalan bagi Ateret Cohanim untuk akhirnya mengambil alih bangunan dan mengusir penghuninya di masa depan.”

Pada bulan Agustus, Patriarchate mengklaim telah mengungkap bukti baru yang ditemukan yang mengungkap dugaan “penipuan, pemalsuan dokumen yang disajikan di pengadilan dan penyuapan, termasuk dugaan percobaan suap seksual”, di pihak Ateret Cohanim. (i7)

———————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 29 November 2019 pukul 11:29 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *