Pasukan Penjajah Zionis Serang Jamaah Shalat di Masjid Al-Aqsha

Pasukan Penjajah Zionis Nampak terlihat di areal Kompleks Masjid Al-Aqsha pada 14 Januari 2019 (Sumber: Middle East Monitor)

Pasukan Penjajah Zionis menyerang jamaah shalat Palestina tepat di pusat konflik yaitu kompleks Masjid Al-Aqsha pada hari Ahad ini (11/08), melukai setidaknya 37 orang, seperti dilaporkan oleh seorang pejabat Palestina.

“Sejumlah warga Palestina mengalami luka-luka dalam bentrokan dengan pasukan Penjajah Zionis di dalam kompleks Masjid Al-Aqsha,” kata Firas al-Dibs, juru bicara Otoritas Wakaf Islam Yordania – Baitul Maqdis.

“Warga Palestina tersebut menderita luka-luka saat mencoba mencegah para pemukim Yahudi dari menyerbu masuk ke dalam masjid yang suci itu,” tambahnya.

Bulan Sabit Merah Palestina, sementara itu, mengatakan bahwa 37 warga Palestina menderita luka-luka setelah pasukan Penjajah Zionis menyerang para jamaah shalat dengan menggunakan peluru karet, gas air mata dan pentungan.

“Para jamaah shalat mengalami luka-luka sedang dan 14 orang dari mereka telah dibawa ke rumah sakit untuk perawatan lebih lanjut,” tambahnya.

Menurut media Penjajah Zionis, sebelum itu pada hari Ahad ini, polisi Penjajah Zionis telah menghalangi para pemukim (Yahudi) dari menyerbu Masjid Al-Aqsa.

Pihak kepolisian Penjajah Zionis dikutip melaporkan adanya puluhan ribu jamaah shalat Palestina dan kemungkinan besar terjadinya bentrokan.

Pihak Otoritas Wakaf Islam di Baitul Maqdis memutuskan untuk menunda sholat Ied hingga jam 07.30 pagi dari yang asalnya jam 06.30 pagi, untuk menghadapi seruan para pemukim (yahudi)  untuk menyerbu Al-Aqsha dalam apa yang mereka sebut sebagai “peringatan hancurnya Haikal Sulaiman”.

Organisasi-organisasi Yahudi ekstremis, yang dikenal luas sebagai kelompok-kelompok Temple Mount atau Haikal Sulaiman, telah menyerukan penggerebekan besar-besaran terhadap Masjid Al-Aqsa selama sepekan ini.

Negara Penjajah Zionis telah menjajah Baitul Maqdis bagian timur dalam perang  di Timur Tengah tahun 1967.

Dalam sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh Komunitas Internasional, negara Penjajah Zionis mencaplok seluruh kota itu pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibu kota negara yang “abadi dan tak boleh terbagi” yang diproklamirkan oleh negara Yahudi tersebut.

Suci bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi, Kota Baitul Maqdis adalah rumah bagi Masjid Al-Aqsa, yang bagi umat Islam merupakan situs tersuci ketiga di dunia. Orang-orang Yahudi menyebut komplek masjid itu sebagai “Temple Mount,” dengan dalih bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi terkemuka di zaman kuno dulu. Itu juga mencakup Gereja Makam Suci, salah satu situs Kristen paling suci di dunia. (i7)

———————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 11 Agustus 2019 pukul 10:18 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *