Palestina Tandatangani kesepakatan Kerjasama $ 112 Juta Dengan Spanyol

Menlu Otoritas Palestina, Riyadh Al-Maliki [Issam Rimawi/Apaimages]

Sebuah nota kesepahaman tentang pengembangan ekonomi dan kerjasama yang dalam kurun waktu empat tahun ke depan telah ditandatangani antara Palestina dan Spanyol bernilai € 100 juta ($ 112 juta), demikian seperti dilansir oleh kantor berita Wafa.

Perjanjian tersebut, yang ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Malki dan rekan kerjanya dari Spanyol Arancha Gonzalez Laya, termasuk dukungan bagi sektor ketenagakerjaan dan sektor perekonomian, pertanian dan air Palestina.

“Perjanjian ini ditandatangani hari Jumat (26/06), dan dukungan Spanyol terhadap kami, seperti dari banyak negara lain di dunia, merupakan pesan kepada Penjajah Zionis dan Amerika Serikat bahwa dunia berpihak kepada Palestina dan mendukungnya untuk membangun berbagai institusi kenegaraannya dalam jalan untuk mengakhiri penjajahan dan menebarkan perdamaian dan stabilitas di kawasan ini,” kata Perdana Menteri Otoritas Palestina, Mohammed Shtayyeh.

“Sektor-sektor yang tercakup dalam Nota Kesepahaman ini penting bagi kami untuk saat ini karena sejalan dengan rencana pembangunan pemerintah pada sektor-sektor tersebut,” katanya.

Selain itu, Spanyol akan memberikan kontribusi € 5 juta ($ 5,6 juta) setiap tahun untuk membantu pemerintah Palestina membangun institusi-institusi pendidikan untuk meningkatkan kesehatan dan perlindungan sosial dan mendukung organisasi masyarakat sipil yang peduli dengan hak asasi manusia dan badan bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Spanyol adalah salah satu negara donor yang ambil bagian dalam pertemuan global UNRWA di tingkat menteri yang diselenggarakan awal pekan ini oleh pemerintah Swedia dan Yordania, di mana 75 pemerintah dan organisasi non-pemerintah menjanjikan dana $ 130 juta.

Shtayyeh mengungkapkan harapan bahwa Spanyol “akan memimpin Uni Eropa dan memecah situasi de facto dengan mengakui negara Palestina dengan ibukotanya, Yerusalem, berdasarkan perbatasan 1967, dan menjatuhkan sanksi kepada negara Penjajah Zionis terkait rencana aneksasinya.”

———–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 26 Juni 2020 pukul : 16: 13.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *