Mantan Anggota Knesset Nyatakan Ledakan Lebanon Sebagai ‘Hadiah dari Tuhan’

Mantan Anggota Dewan Knesset, Moshe Feiglin, 13 April 2017 [safa]

Mantan Anggota Dewan Knesset Penjajah Zionis, Moshe Feiglin dengan gembira memuji ledakan dahsyat di Beirut Selasa (04/08) sebagai “hadiah” dari Tuhan yang tepat pada waktunya di perayaan festival Yahudi Tu B’Av.

Feiglin memposting di Facebook bahwa dia bersyukur kepada Tuhan bahwa ledakan mematikan itu terjadi di Beirut, dan mengklaim itu tepat pada waktunya untuk peayaan Tu B’Av, yang merupakan ‘festival cinta’. Di zaman modern ini telah menjadi hari libur romantis penganut Yahudi untuk menari, membagikan bunga dan nyanyian.

“Hari ini adalah perayaan Tu B’Av, hari yang penuh kegembiraan, dan terima kasih yang sebesar-besarnya sungguh kepada Tuhan dan semua orang jenius dan pahlawan (!) yang telah mengatur untuk kami perayaan yang luar biasa ini dalam rangka  menghormati ‘hari cinta’.”

Dia kemudian berspekulasi bahwa ledakan itu bukanlah kecelakaan, mengklaim bahwa dirinya memiliki “pengalaman” dalam hal bahan peledak. Dia berkata: “Anda benar-benar tidak percaya bahwa ini adalah gudang bahan bakar yang berantakan, kan? Apakah Anda mengerti bahwa neraka ini seharusnya menimpa kita seperti halnya hujan rudal ?! Saya punya pengalaman dengan bahan peledak. Ledakan terbesar yang saya turut ambil bagian adalah 2,5 ton TNT. “

Dia menambahkan: “Apa yang kita lihat kemarin di Pelabuhan Beirut jauh lebih besar. Efek destruktifnya (tanpa radiasi) seperti bom nuklir. “

Dalam sebuah wawancara dengan radio lokal, mantan Anggota Dewan Knesset dari Likud itu mengatakan dia berharap negara Penjajah Zionis bertanggung jawab atas ledakan tersebut, dan bahwa dia diizinkan untuk “bersukacita” bahwa itu terjadi di Beirut dan bukan Tel Aviv.

Dia berkata: “Jika itu kami, dan saya berharap itu kami, maka kami harus bangga akan hal itu, dan dengan itu kami akan menciptakan keseimbangan teror. Dengan menghindari mengatakan ini adalah kita – kita menempatkan diri kita di sisi gelap moralitas. ”

Dia melanjutkan: “Kita semua boleh bersukacita karena ledakan itu terjadi di pelabuhan Beirut dan bukan di Tel Aviv.”

Sebuah gudang di Beirut meledak pada 4 Agustus lalu, melukai ribuan orang dan menewaskan sedikitnya 100 orang, dengan jumlah kematian masih teus bertambah.

Ledakan itu awalnya dikaitkan dengan pengiriman kembang api, tetapi kemudian terungkap ada 2.750 ton amonium nitrat yang sangat eksplosif tersimpan di gudang yang tersulut, hingga menyebabkan ledakan besar.

Ledakan besar itu dilaporkan terdengar hingga ke Siprus.

————–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 5 Agustus 2020 jam: 4:45 sore.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *